Bengkulu, 5 September 2026 — Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Ismail, M.Ag., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diselenggarakan oleh PMII Rayon Khalid bin Walid FUAD.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Asrama Haji Kota Bengkulu, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan wawasan keislaman kader mahasiswa agar memiliki pemahaman Aswaja yang moderat serta mampu menyikapi keberagaman pemikiran dan praktik keagamaan secara bijaksana.
Dalam materinya, Dr. Ismail, M.Ag. membahas berbagai persoalan penting dalam kehidupan keislaman, di antaranya perbedaan dalam memahami akidah dan praktik keagamaan. Peserta diajak memahami bahwa adanya perbedaan pemahaman di tengah umat Islam merupakan sebuah realitas yang perlu disikapi dengan ilmu, kedewasaan, serta tetap menjaga ukhuwah Islamiyah.
Pembahasan juga mencakup perdebatan mengenai bid’ah, terutama dalam memahami perbedaan pandangan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Selain itu, peserta mendapatkan wawasan mengenai relasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam, sehingga mampu melihat hubungan keduanya secara proporsional dan kontekstual.
Selanjutnya, narasumber mengulas perbedaan kelompok atau aliran dalam Islam serta pentingnya membangun sikap saling menghargai. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi pemicu konflik, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan persaudaraan.
Materi kemudian diarahkan pada isu-isu moderasi beragama dengan menekankan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal. Keempat prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam membangun keberagamaan yang moderat, seimbang, toleran, dan adil.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ismail juga membahas keterkaitan antara isu politik dan keagamaan, termasuk tantangan radikalisme dan ekstremisme. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi keagamaan yang ekstrem.
Tidak kalah penting, perkembangan teknologi dan media sosial turut menjadi bagian dari pembahasan. Media sosial dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan pemahaman masyarakat, termasuk dalam menerima serta menyebarkan informasi keagamaan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki literasi digital dan kemampuan menyaring informasi secara kritis.
Melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Aswaja ini, PMII Rayon Khalid bin Walid FUAD diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki wawasan keislaman yang kuat, moderat, toleran, serta mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan keagamaan di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi dan penyampaian materi menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai Aswaja sekaligus membangun sikap keberagamaan yang inklusif dan moderat.

Tim Humas FUAD
