You are currently viewing Prodi Manajemen Dakwah FUAD UIN FAS Bengkulu Gelar Seminar Nasional, Dorong Transformasi Dakwah Kreatif di Era Digital

Prodi Manajemen Dakwah FUAD UIN FAS Bengkulu Gelar Seminar Nasional, Dorong Transformasi Dakwah Kreatif di Era Digital

Bengkulu, 9 Oktober 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “From Speaking to Creating: Transformasi Dakwah di Era Digital” pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan strategi dakwah yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Seminar nasional ini menghadirkan Sandra Hidayat, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan tersebut mengangkat pentingnya transformasi dakwah, dari sekadar kemampuan menyampaikan pesan secara lisan menuju kemampuan menciptakan konten digital yang edukatif, komunikatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan dakwah Islam, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan pola komunikasi masyarakat di era modern.

Ketua Prodi Manajemen Dakwah Tekankan Pentingnya Inovasi Dakwah Digital

Ketua Program Studi Manajemen Dakwah FUAD, Asti Haryati, M.Pd., menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

Mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga perlu menguasai keterampilan merancang, mengelola, dan menghasilkan karya dakwah melalui berbagai platform digital.

Transformasi dakwah di era digital membutuhkan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat, memahami karakteristik audiens, serta memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Kreativitas, literasi digital, keterampilan komunikasi, dan penguasaan substansi keislaman menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh calon praktisi dakwah.

Melalui seminar nasional ini, Program Studi Manajemen Dakwah berupaya memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi pendakwah yang profesional, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sandra Hidayat Bahas Transformasi Dakwah dari Berbicara ke Berkarya

Dalam pemaparannya, Sandra Hidayat, M.Pd., memberikan perspektif mengenai transformasi dakwah di tengah pesatnya perkembangan media digital. Tema “From Speaking to Creating” menegaskan bahwa dakwah masa kini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga memerlukan kreativitas dalam menghasilkan pesan dan karya yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital.

Dakwah dapat dikembangkan melalui berbagai format konten, seperti video edukasi, podcast, infografis, tulisan digital, dan materi keagamaan di media sosial. Pemanfaatan beragam platform tersebut membuka peluang bagi pesan dakwah untuk menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Namun, kreativitas dalam memproduksi konten dakwah perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Ketepatan materi, etika komunikasi, relevansi pesan, serta kesesuaian dengan nilai-nilai keislaman harus tetap menjadi perhatian utama.

Dengan demikian, media digital tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan kemampuan komunikasi dengan keterampilan produksi konten sehingga mampu mengembangkan dakwah yang lebih relevan, efektif, dan responsif terhadap perubahan sosial.

Siapkan Generasi Pendakwah yang Kreatif dan Adaptif

Seminar nasional ini memiliki relevansi dengan pengembangan kompetensi lulusan Program Studi Manajemen Dakwah. Di tengah perubahan lanskap komunikasi masyarakat, pengelolaan dakwah membutuhkan sumber daya manusia yang mampu merancang program, mengelola media, membangun komunikasi publik, serta menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.

Lulusan Manajemen Dakwah memiliki peluang untuk berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari lembaga dakwah, organisasi sosial-keagamaan, lembaga filantropi Islam, media digital, hingga institusi pemberdayaan masyarakat.

Penguatan kompetensi dakwah digital diharapkan dapat membekali mahasiswa agar tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga produktif dalam menciptakan karya yang inspiratif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pimpinan FUAD mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan pengembangan keilmuan sesuai tantangan zaman. Kegiatan semacam ini diharapkan terus dikembangkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kreativitas mahasiswa, dan mendorong inovasi dakwah di lingkungan fakultas.

Melalui seminar nasional bertema “From Speaking to Creating: Transformasi Dakwah di Era Digital”, Program Studi Manajemen Dakwah FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi pendakwah yang berwawasan luas, terampil memanfaatkan teknologi, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, serta mampu menghadirkan dakwah yang kreatif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Tim Humas FUAD