Cirebon – Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik nasional melalui keikutsertaan pada Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Program Studi Sejarah Islam se-Indonesia (APSII) Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Meki Johendra, M.Ag., turut hadir bersama dosen SPI, Ahmad Abas Musofa, M.Ag., yang juga merupakan Ketua APSII periode 2025–2026. Keikutsertaan delegasi FUAD menjadi bagian dari upaya aktif dalam memperkuat kolaborasi antarprogram studi, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Sejarah Islam di Indonesia.
Munas APSII 2026 diikuti oleh para ketua, sekretaris, dan pengelola Program Studi Sejarah Peradaban Islam dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri maupun swasta di Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai isu aktual terkait pengembangan program studi, peningkatan kualitas akademik, penguatan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, hingga strategi menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.
Selain menjadi ajang silaturahmi akademik, Munas APSII juga membahas arah kebijakan organisasi serta langkah-langkah strategis dalam memperkuat eksistensi Program Studi Sejarah Peradaban Islam di tingkat nasional. Berbagai pengalaman dan praktik baik antarperguruan tinggi dibagikan sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu agenda utama dalam Munas APSII Tahun 2026 adalah pemilihan Ketua Asosiasi Program Studi Sejarah Islam se-Indonesia (APSII) periode 2026–2027. Dalam proses demokratis tersebut, Dr. Zakiyah Darojat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terpilih sebagai Ketua APSII periode 2026–2027, menggantikan Ahmad Abas Musofa, M.Ag., yang telah memimpin organisasi pada periode 2025–2026.
Keikutsertaan Meki Johendra, M.Ag. dalam Munas APSII 2026 menjadi bagian dari komitmen Program Studi SPI FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk terus aktif membangun jejaring akademik, memperkuat kolaborasi nasional, serta mengikuti berbagai perkembangan kebijakan dan inovasi dalam pengelolaan Program Studi Sejarah Peradaban Islam.
Pada kesempatan yang sama, dua dosen Program Studi SPI FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berhasil meraih penghargaan pada APSII Award 2026. Ahmad Abas Musofa, M.Ag. menerima penghargaan sebagai Penggerak Organisasi Profesi, sedangkan Gaya Mentari, M.Hum. memperoleh penghargaan sebagai Pelestari Warisan Sejarah dan Budaya.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata sivitas akademika SPI dalam pengembangan organisasi profesi, pelestarian sejarah dan budaya, serta penguatan keilmuan Sejarah Peradaban Islam di tingkat nasional.
Melalui keikutsertaan dalam Munas APSII 2026 dan raihan penghargaan nasional tersebut, Program Studi Sejarah Peradaban Islam FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi demi kemajuan kajian Sejarah Peradaban Islam di Indonesia.

Tim Humas FUAD
