Bengkulu, 5 Oktober 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (HMPS SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, menggelar kegiatan Sehari Bersama Sejarawan (SBS) pada 3–4 Oktober 2026. Mengusung tema “Menelusuri Sejarah, Mengukir Masa Depan”, kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-15 Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam.
Kegiatan ini menjadi wadah pengenalan lingkungan akademik, penguatan identitas keilmuan, serta pembentukan kebersamaan mahasiswa. Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat Program Studi SPI sekaligus memahami pentingnya sejarah sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi dalam membangun masa depan.
Wakil Dekan II FUAD Buka Kegiatan Sehari Bersama Sejarawan
Kegiatan SBS resmi dibuka pada Sabtu (3/10/2026) oleh Wakil Dekan II FUAD, Dr. Ismail, M.Ag. Prosesi pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN, penyampaian laporan Ketua Panitia Prayuda Saputra, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 15 tahun Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam.
Dalam sambutannya, Dr. Ismail, M.Ag., mengapresiasi inisiatif HMPS SPI dalam menyelenggarakan kegiatan yang menggabungkan pengenalan akademik, penguatan organisasi, dan pembelajaran sejarah. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah tidak hanya berkaitan dengan peristiwa masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi untuk memahami kehidupan masa kini serta merancang masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Koordinator Program Studi SPI, Meki Johendra, M.Ag., menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap identitas dan karakteristik keilmuan Sejarah dan Peradaban Islam. Menurutnya, pembelajaran sejarah perlu didukung oleh pengalaman langsung melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah agar mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan realitas peninggalan sejarah.
Penguatan Keprodian, Organisasi, dan Kepemimpinan
Pada hari pertama, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai keprodian, organisasi, dan kepemimpinan. Materi keprodian disampaikan oleh Muhammad Syamsul Hadi, S.Hum., materi organisasi oleh Aditya Varza, sedangkan materi kepemimpinan disampaikan oleh Alpin Juliadi.
Pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai lingkungan akademik Program Studi SPI, pentingnya keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan, serta pengembangan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan penampilan bakat mahasiswa. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas, mengenali potensi diri, serta membangun interaksi dan keakraban dengan sesama mahasiswa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, HMPS SPI berupaya menciptakan lingkungan mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berorganisasi, komunikasi, dan kerja sama.
Wisata Sejarah, Kenalkan Mahasiswa pada Warisan Kota Bengkulu
Memasuki hari kedua, Minggu (4/10/2026), peserta mengikuti kegiatan wisata sejarah dengan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno dan Benteng Marlborough di Kota Bengkulu.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa SPI. Dengan melihat langsung situs bersejarah, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai perjalanan sejarah Indonesia, khususnya jejak sejarah yang berkaitan dengan Kota Bengkulu.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi tema “Menelusuri Sejarah, Mengukir Masa Depan”, yang mengajak mahasiswa memahami nilai-nilai sejarah sebagai bekal untuk membangun pemikiran kritis, memperkuat identitas keilmuan, dan mengembangkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.
Setelah kegiatan wisata sejarah, rangkaian acara dilanjutkan dengan senam bersama dan permainan kelompok di Pantai Panjang Bengkulu. Aktivitas ini dirancang untuk mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus menumbuhkan nilai kerja sama, komunikasi, solidaritas, dan kekompakan.
Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana penuh keakraban melalui sesi kebersamaan dan pembagian hadiah kepada peserta maupun kelompok yang berhasil dalam berbagai permainan.
Momentum Memperkuat Solidaritas dan Identitas Keilmuan SPI
Penyelenggaraan Sehari Bersama Sejarawan menjadi momentum penting bagi HMPS SPI FUAD dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus merayakan 15 tahun perjalanan Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin mengenal identitas program studi, memiliki semangat untuk mengembangkan kompetensi akademik, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan pelestarian sejarah.
Pimpinan FUAD mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memadukan pengenalan akademik, pengembangan karakter, dan pembelajaran sejarah secara langsung. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap khazanah sejarah dan peradaban Islam.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap sejarah, HMPS SPI FUAD diharapkan terus berkontribusi dalam membangun generasi mahasiswa yang mampu memahami masa lalu, mengambil pelajaran dari sejarah, dan berperan aktif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Tim Humas FUAD
