You are currently viewing Wadek II FUAD UIN FAS Bengkulu Isi Bincang-Bincang Aswaja di IAINU Bengkulu, Bahas Kemandirian Jamaah dan Jam’iyyah di Era Digital

Wadek II FUAD UIN FAS Bengkulu Isi Bincang-Bincang Aswaja di IAINU Bengkulu, Bahas Kemandirian Jamaah dan Jam’iyyah di Era Digital

BENGKULU – Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Ismail, M.Ag., mengisi kegiatan penguatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kota Bengkulu, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mushola IAINU Bengkulu tersebut mengangkat tema “Bincang-Bincang Aswaja: NU dalam Membina Kemandirian Jamaah dan Jam’iyyah di Era Digital.”

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan penguatan wawasan keaswajaan dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya tantangan globalisasi, digitalisasi, serta perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan keberlangsungan dakwah Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pembahasan tersebut, kemandirian jamaah dan jam’iyyah menjadi salah satu poin penting yang ditekankan. Kemandirian jamaah mencakup penguatan aspek spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi umat. Sementara itu, kemandirian jam’iyyah berkaitan dengan penguatan tata kelola organisasi, kaderisasi, konsolidasi kelembagaan, serta pengembangan program yang berkelanjutan.

Penguatan Aswaja juga dipandang penting sebagai landasan dalam membentuk masyarakat yang moderat, berilmu, berakhlak, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah.

Di era digital, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu peluang untuk memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan literasi keagamaan, serta mengembangkan pola pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan akidah, akhlak, serta kemampuan menyaring informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Pembinaan kemandirian jamaah dan jam’iyyah juga memerlukan sinergi berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, pemberdayaan sosial, pengembangan ekonomi umat, hingga penguatan kaderisasi. Melalui sinergi tersebut, organisasi dan masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga keberlanjutan perjuangan dakwah.

Partisipasi Dr. Ismail, M.Ag., dalam kegiatan ini mencerminkan kontribusi akademisi FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam penguatan wawasan keislaman, pengembangan moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat melalui dialog dan pendidikan keagamaan.

Melalui kegiatan Bincang-Bincang Aswaja ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya kemandirian jamaah dan jam’iyyah, sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam mewujudkan umat yang berilmu, mandiri, moderat, dan berdaya saing di era digital.

Tim Humas FUAD