Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya perundungan (bullying), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu yang bertugas di Masjid Al-Masyithoh menyelenggarakan kegiatan edukasi anti-bullying melalui nonton bareng (nobar) dan diskusi interaktif pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Masyithoh, Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu, tersebut diikuti oleh anak-anak, remaja masjid, serta masyarakat sekitar. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan edukasi sosial yang relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video edukatif yang mengangkat tema perundungan dan dampaknya terhadap kehidupan korban. Setelah itu, mahasiswa KKN menampilkan simulasi atau peragaan situasi bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, serta memahami langkah-langkah pencegahan bullying.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang dapat dialami korban serta pentingnya membangun lingkungan yang saling menghargai dan mendukung.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak dan remaja yang hadir tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan memberikan tanggapan terhadap materi yang disampaikan. Mahasiswa KKN berharap edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya mencegah perilaku perundungan sejak dini.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN MBKM yang menghadirkan program edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Bullying merupakan persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berdampak pada perkembangan mental dan karakter anak. Saya mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah menghadirkan edukasi dengan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak serta remaja. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, dan penuh rasa saling menghormati,” ujar Prof. Dr. Suryani, M.Ag.
Senada dengan itu, Wakil Dekan III FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., menilai bahwa kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
“Kami bangga melihat mahasiswa mampu menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan edukasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan anti-bullying ini, mahasiswa telah berkontribusi dalam membangun kesadaran sosial serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi di tengah masyarakat,” ungkap Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I.
Melalui kegiatan nobar dan diskusi anti-bullying ini, mahasiswa KKN MBKM FUAD berharap dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak maupun remaja. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan sosial saat ini.

Redaktur: Tim Humas FUAD
