You are currently viewing Prodi Aqidah dan Filsafat Islam FUAD UIN FAS Bengkulu Gelar FGD Penelitian Dosen, Kaji Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tadut

Prodi Aqidah dan Filsafat Islam FUAD UIN FAS Bengkulu Gelar FGD Penelitian Dosen, Kaji Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tadut

Bengkulu, 25 September 2026 – Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Jurusan Ushuluddin, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pelaksanaan penelitian dosen dengan tema “Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tadut Masyarakat Pasemah Bengkulu Selatan: Kajian Filsafat Kebudayaan.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, bertempat di Gedung Student Center UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif akademisi, tokoh agama, budayawan, dosen, dan mahasiswa dalam mengkaji hubungan antara Islam dan budaya lokal masyarakat Pasemah, khususnya melalui tradisi Tadut.

Kegiatan FGD menghadirkan Een Syaputra, M.Pd., selaku penggiat budaya, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Bengkulu, Ketua Kagangan Pusaka Kita, serta Bendahara Masyarakat Sejarawan Indonesia. Selain itu, hadir Dr. H. Jonsi Hunadar, M.Ag., akademisi dan tokoh agama yang juga merupakan Pengurus MUI Bengkulu bidang Komisi Dakwah.

Kedua narasumber memberikan pandangan dan pemikiran mengenai hubungan antara nilai-nilai Islam dengan budaya lokal masyarakat Pasemah Bengkulu Selatan. Tradisi Tadut menjadi salah satu fokus pembahasan karena merupakan bentuk ekspresi budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sekaligus memiliki keterkaitan dengan praktik dan nilai keberagamaan.

Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, kegiatan penelitian yang melibatkan mahasiswa dan diintegrasikan dengan proses pembelajaran merupakan bagian penting dalam membangun budaya akademik di lingkungan fakultas.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan FGD penelitian dosen yang dilaksanakan oleh Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam. Kajian mengenai hubungan Islam dan budaya lokal seperti tradisi Tadut memiliki nilai akademik sekaligus sosial yang penting, karena mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai keislaman berinteraksi dengan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dekan FUAD juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus dokumentasi terhadap kekayaan budaya lokal Bengkulu.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang Aqidah dan Filsafat Islam, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan dan memahami budaya lokal secara akademik. Yang tidak kalah penting, penelitian seperti ini dapat menjadi sumber pembelajaran yang kontekstual bagi mahasiswa,” tambahnya.

FGD tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam yang mengkaji hubungan antara Islam dan budaya lokal melalui perspektif filsafat kebudayaan. Penelitian ini melihat proses perjumpaan antara nilai-nilai keislaman, tradisi masyarakat, serta konstruksi pemaknaan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Pasemah Bengkulu Selatan.

Kegiatan FGD diikuti oleh mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam serta melibatkan dosen pengampu sejumlah mata kuliah yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Di antaranya mata kuliah Antropologi Agama dan Filsafat Etika/Estetika yang diampu oleh Elvira Purnamasari, M.Ag., Studi Budaya Lokal yang diampu oleh Dr. H. Jonsi Hunadar, M.Ag., serta Ilmu Tauhid yang diampu oleh Syarifatun Nafsih, M.Ag.

Keterlibatan berbagai mata kuliah tersebut menjadi bentuk integrasi antara penelitian dosen dan proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami kajian agama dan budaya secara lebih komprehensif dari berbagai perspektif keilmuan.

Melalui mata kuliah Ilmu Tauhid, mahasiswa diajak memahami nilai-nilai dasar keislaman, khususnya aspek keyakinan dan pemahaman terhadap ajaran Islam, dalam kaitannya dengan praktik keberagamaan masyarakat. Sementara itu, Antropologi Agama, Studi Budaya Lokal, serta Filsafat Etika/Estetika memberikan ruang analisis terhadap aspek sosial, budaya, nilai, dan makna filosofis yang terdapat dalam tradisi lokal masyarakat.

Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam menyampaikan bahwa FGD tersebut menjadi ruang akademik yang mempertemukan penelitian dosen dengan proses pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis melalui perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam melihat bagaimana fenomena agama dan budaya dikaji secara akademik melalui dialog bersama akademisi, budayawan, peneliti, dan tokoh agama.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat wawasan mahasiswa AFI dalam memahami dinamika hubungan Islam dan budaya lokal serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai fenomena keberagamaan yang berkembang di masyarakat. Integrasi antara penelitian dosen dan pembelajaran menjadi salah satu upaya Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam dalam membangun tradisi akademik yang kontekstual, integratif, dan relevan dengan realitas sosial budaya.

FGD tersebut turut melibatkan tim peneliti Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, yaitu Dr. Sa’adah Mardliyati, M.A., Elvira Purnamasari, M.Ag., Nadia Utami, dan Satria Pramuja, yang merupakan mahasiswa semester 7 Program Studi AFI.

Penelitian ini menjadi bagian dari pengembangan kajian keilmuan di bidang Aqidah, Filsafat Islam, agama, dan kebudayaan lokal, sekaligus memperkuat komitmen FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mendorong integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan budaya akademik fakultas.

Tim Humas FUAD