Bengkulu, 24 Agustus 2026 — Dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Pendampingan Psikososial “Pohon Harapan”: Menguatkan Hubungan Keluarga dan Membangun Optimisme Masa Depan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Bengkulu, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menghadirkan kontribusi akademik dan keilmuan Bimbingan dan Konseling bagi masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Asti Haryati, M.Pd., selaku dosen Bimbingan dan Konseling, bersama sejumlah mahasiswa yang turut terlibat dalam proses pendampingan.
Program “Pohon Harapan” dirancang sebagai kegiatan pendampingan psikososial yang berorientasi pada penguatan kondisi psikologis, hubungan keluarga, serta pembangunan optimisme anak dalam memandang masa depan. Melalui pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan partisipatif, peserta diajak untuk mengenali harapan, potensi diri, serta dukungan sosial yang dapat menjadi kekuatan dalam menjalani proses pembinaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan ruang untuk mengekspresikan harapan dan cita-cita mereka melalui aktivitas simbolik “Pohon Harapan”. Setiap harapan yang dituangkan menjadi bagian dari proses refleksi mengenai masa depan sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang, memperbaiki diri, dan merancang kehidupan yang lebih baik.
Pendampingan juga diarahkan pada pentingnya hubungan keluarga sebagai salah satu sumber dukungan psikososial. Kehadiran keluarga, komunikasi yang positif, serta dukungan emosional dinilai memiliki peran penting dalam membantu anak menghadapi berbagai tantangan dan membangun kembali kepercayaan diri.
Asti Haryati, M.Pd. menyampaikan bahwa pendampingan psikososial tidak hanya berfokus pada kondisi anak saat ini, tetapi juga bagaimana membantu mereka menemukan kembali harapan dan keyakinan terhadap masa depan.
“Melalui Pohon Harapan, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyampaikan cita-cita dan harapan mereka. Harapan tersebut perlu dirawat agar dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ungkapnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan konsep-konsep Bimbingan dan Konseling, tetapi juga belajar mengenai empati, komunikasi, pendampingan, serta pentingnya pendekatan humanis dalam memberikan layanan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag. Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini merupakan bentuk implementasi nyata keilmuan yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
Dekan mengapresiasi inisiatif dosen dan mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang telah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan sentuhan kemanusiaan dan dukungan psikologis bagi anak-anak di LPKA.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Anak-anak di LPKA perlu mendapatkan pendampingan, perhatian, dan penguatan agar tetap memiliki optimisme serta keyakinan untuk menatap masa depan,” ujar Prof. Dr. Suryani, M.Ag.
Lebih lanjut, Dekan berharap kegiatan pengabdian serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan FUAD. Menurutnya, kolaborasi antara dosen, mahasiswa, lembaga mitra, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat peran FUAD sebagai institusi pendidikan yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Kegiatan Pendampingan Psikososial “Pohon Harapan” di LPKA Kelas IIA Bengkulu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberikan penguatan psikososial, membangun kepercayaan diri, memperkuat hubungan keluarga, serta menumbuhkan optimisme anak dalam merencanakan masa depan.
Melalui kegiatan ini, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada kepedulian, kemanusiaan, penguatan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Tim Humas FUAD
