Metro, 6 Agustus 2026 – Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memperkuat kerja sama akademik dengan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Jurai Siwo Lampung melalui kegiatan Visiting Lecture. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Implementation Agreement (IA) antara kedua program studi.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Program Studi Manajemen Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Ihsan Rahmat, MPA., menyampaikan materi bertajuk “Mosque-Based Community Renewable Energy: Institusionalisasi Intervensi melalui Kolaborasi Energi.”
Dalam pemaparannya, Ihsan menekankan pentingnya memperluas peran masjid dalam merespons persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai institusi sosial yang mampu membangun kesadaran, mengorganisasi masyarakat, serta mempertemukan berbagai pihak dalam pengembangan program ekologis.
“Masjid memiliki modal sosial yang kuat. Karena itu, masjid dapat menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas dalam mendorong berbagai program lingkungan, termasuk pengembangan energi terbarukan,” jelas Ihsan.
Ia menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim dan peningkatan temperatur global menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi. Keberhasilan program ekologis juga membutuhkan partisipasi masyarakat, dukungan kelembagaan, kepemimpinan lokal, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Dalam konteks energi terbarukan, masjid dapat berperan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai inovasi lingkungan kepada masyarakat. Namun, menurut Ihsan, tantangan utama tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Program tersebut perlu diinstitusionalisasikan agar dapat diterima, dikelola, dan dipertahankan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Kegiatan Visiting Lecture berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jurai Siwo Lampung. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai peluang pengembangan kolaborasi masjid dengan berbagai sektor.
Salah satu diskusi yang menarik adalah mengenai kemungkinan masjid berkolaborasi dalam sektor pariwisata. Diskusi tersebut berkembang pada peluang kerja sama antara masjid, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan pelaku usaha untuk mendorong pengembangan pariwisata yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, keagamaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jurai Siwo Lampung diharapkan dapat terus memperluas implementasi IA dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik kolaboratif lainnya.

Tim Humas FUAD
