Dr. Lailatul Badriyah, S.Psi., M.A. (NIP. 199109042019032008) yang akrab disapa Ela, merupakan seorang akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi yang memiliki latar belakang keilmuan interdisipliner pada bidang psikologi, Studi Islam, psikologi perkembangan, psikologi budaya, psikologi Islam, bimbingan dan konseling, serta pendidikan. Lahir di Bengkulu pada 4 September 1991, dari orang tua Drs. H. Paimat Sholihin, M.H.I (Ayah) dan Hj. Fatimah, M.Pd.I (Ibu). Tahun 2017 Ia menikah dengan Anugrah Arrahman Eka Putra, S.Kom (Suami) dan saat ini telah dikaruniai 3 orang anak yaitu Rahmat Elgra Avicenna, Fathanisa Yumna Nurmala dan Adzkira Putri Elandra.
Perjalanan pendidikannya dibangun melalui perpaduan antara pendidikan umum, psikologi, dan studi keislaman. Perjalanan pendidikan Dr. Lailatul Badriyah dapat diringkas sebagai berikut:
- SDN 09 Kota Bengkulu, lulus 2003.
- MTsN 1 Kota Bengkulu, lulus 2006.
- MAN 1 Model Kota Bengkulu, lulus 2009.
- S1 Psikologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lulus 2013.
- S2 Magister Psikologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, lulus 2016.
- S3 Studi Islam, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, lulus 2026.
Lintasan pendidikan tersebut membentuk karakter akademiknya yang memadukan pendekatan psikologis dengan perspektif keislaman, budaya, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Dalam perjalanan profesionalnya, Dr. Lailatul Badriyah memulai karier sebagai Dosen Kontrak Non-PNS di IAIN Bengkulu pada periode 2016–2018 dan kemudian diangkat sebagai dosen PNS pada tahun 2019. Saat ini ia menjalankan tugas akademik di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Identitas akademiknya diperkuat oleh kepemilikan beberapa identitas peneliti internasional dan nasional, yaitu SINTA ID 6693487, Litapdimas ID 200409910112000, Scopus ID 59909223000, dan ORCID ID 0009-0004-2466-1097. Keberadaan berbagai identitas akademik tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Selain sebagai dosen, ia memiliki pengalaman profesional yang beragam, antara lain sebagai Kepala Sekolah RA Baitus Sholihin Al-Mustofa sejak 2023, pengajar seni baca Al-Qur’an di Yayasan Baitus Sholihin Al-Mustofa, asesor pada kelembagaan Corien Center sejak 2018, serta saksi ahli dalam berbagai kasus kekerasan terhadap anak. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya yang luas dalam pendidikan, asesmen, pengembangan anak, persoalan psikososial, dan pelayanan kepada masyarakat. Sejak tahun 2022, ia juga dipercaya sebagai Editor in Chief Jurnal Istisyfa: Bimbingan dan Konseling Islam UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan dan pengelolaan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam bidang akademik dan profesional, Dr. Lailatul Badriyah memiliki pengalaman pengembangan kompetensi yang berlangsung secara berkelanjutan sejak masa pendidikan. Ia pernah mengikuti Training Kader Himpunan Qari’ dan Qari’ah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Workshop and International Conference on Measurement and Evaluation in Education and Psychology, Temu Ilmiah dan Seminar Nasional Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia, Workshop Penulis Soal Tes Kemampuan Kognitif, serta kegiatan Teknik Penyusunan Proposal Tesis. Pengalaman dalam bidang pengukuran dan evaluasi psikologi menjadi salah satu fondasi yang kemudian mendukung keterlibatannya dalam penelitian mengenai pengembangan dan validasi instrumen psikologis. Ia juga memiliki Certificate of Competence in Training of Assessor for Assessment Center dari HIMPSI Jaya pada tahun 2020. Di bidang pengabdian dan diseminasi ilmu, ia aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan, antara lain pelatihan tentang pertahanan diri dan penanggulangan kekerasan berbasis gender, program Curah Dengar di RRI Bengkulu, workshop pengembangan tilawatil Qur’an dan ibadah kemasyarakatan, serta kegiatan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka pada pendidikan Raudhatul Athfal.
Secara akademik, bidang keilmuan Dr. Lailatul Badriyah berkembang pada persimpangan antara psikologi, budaya, agama, pendidikan, dan kehidupan sosial. Rekam penelitian yang tercermin dalam publikasi ilmiahnya menunjukkan bahwa empati merupakan salah satu tema yang paling konsisten dalam perjalanan akademiknya. Penelitian awalnya banyak berhubungan dengan empati, pengendalian diri, agresivitas, dan perkembangan remaja. Perhatian terhadap empati kemudian berkembang ke arah pengembangan skala, validitas konstruk, hubungan empati dengan perilaku sosial, serta penerapannya dalam konteks pendidikan dan perkembangan. Seiring perkembangan penelitian, empati tidak lagi dipahami hanya sebagai kemampuan individual untuk memahami dan merasakan kondisi orang lain, tetapi mulai ditempatkan dalam konteks hubungan sosial, budaya, nilai, agama, dan keberagaman masyarakat.
Perkembangan tersebut terlihat semakin kuat melalui perhatian terhadap psikologi perkembangan dan pendidikan. Penelitiannya mencakup persoalan anak dan remaja, perkembangan sosial dan emosional, anak berkebutuhan khusus, kehidupan sosial anak dengan gangguan perilaku, hubungan interpersonal, serta berbagai persoalan psikologis yang muncul dalam proses perkembangan. Perhatian terhadap perkembangan manusia juga tercermin dalam karya-karyanya mengenai anak berkebutuhan khusus dan pendidikan, yang menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan psikologis anak serta pentingnya lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan mereka. Dengan demikian, psikologi perkembangan menjadi salah satu landasan penting dalam memahami bagaimana kapasitas empati, regulasi emosi, hubungan sosial, dan karakter berkembang sepanjang kehidupan.
Selain psikologi perkembangan, penelitian Dr. Lailatul Badriyah juga berkembang pada isu kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial. Berbagai karya yang berkaitan dengan coping terhadap stres, kesehatan mental, hubungan sosial, penerimaan diri, perkembangan remaja, serta persoalan psikologis dalam keluarga dan lingkungan pertemanan menunjukkan perhatian terhadap tantangan psikologis yang dihadapi individu dalam kehidupan kontemporer. Perhatian tersebut kemudian diperkaya dengan perspektif Islam melalui kajian mengenai psikoedukasi perspektif Al-Qur’an dan Hadis, perkembangan manusia dalam perspektif keislaman, coping dalam perspektif Islam, serta kajian psikologis terhadap nilai dan narasi keagamaan. Dengan demikian, penelitian yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada penjelasan psikologis, tetapi juga berusaha mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan keagamaan dalam memahami manusia.
Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan penelitian Dr. Lailatul Badriyah adalah semakin kuatnya perhatian terhadap hubungan antara psikologi dan budaya lokal. Karya Empati Berbasis Kajian Budaya: Kajian Local Wisdom Masyarakat Kabupaten Kaur yang diterbitkan pada tahun 2019 menjadi salah satu karya yang memperlihatkan perhatian tersebut. Kajian mengenai empati dalam konteks budaya lokal menunjukkan adanya pergeseran dari pemahaman empati sebagai konstruk psikologis yang bersifat umum menuju pemahaman yang mempertimbangkan nilai, norma, tradisi, pengalaman, dan karakteristik budaya masyarakat. Perspektif tersebut kemudian berkembang menjadi kajian yang lebih luas mengenai cultural empathy dalam masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman budaya, agama, tradisi, dan identitas sosial.
Perkembangan penelitian mengenai empati, psikologi budaya, dan psikometri selanjutnya mengarah pada pengembangan Indonesian Cultural Empathy Scale (ICES). Pengembangan instrumen ini merupakan salah satu bagian penting dalam trajectory penelitian Dr. Lailatul Badriyah karena mempertemukan pengalaman penelitian mengenai empati dengan kompetensi dalam pengukuran psikologis serta perhatian terhadap konteks budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, empati dikaji bukan hanya sebagai karakteristik psikologis individual, tetapi sebagai kapasitas yang memiliki relevansi dalam kehidupan masyarakat multikultural dan multireligius. Pengembangan ICES sekaligus memperlihatkan pergeseran posisi penelitian dari sekadar menggunakan konstruk dan instrumen psikologis menuju kontribusi dalam pengembangan dan validasi alat ukur yang kontekstual.
Selain artikel ilmiah, Dr. Lailatul Badriyah aktif menghasilkan buku dan karya akademik. Karya yang tercantum dalam daftar riwayat hidup antara lain:
- Empati Berbasis Kajian Budaya: Kajian Local Wisdom Masyarakat Kabupaten Kaur (2019).
- Bunga Rampai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Ragam Wacana serta Penanganan Dini ABK (2020).
- Problematika pada Anak Berkebutuhan Khusus sebagai Panduan bagi Pendampingan ABK (2020).
- Perkawinan Dini Perspektif Hukum dan Psikologi Perkembangan (2020).
- Bunga Rampai: Psikoedukasi Perspektif Al-Qur’an dan Hadits (2021).
- Kesehatan Mental Petani Sayur (2024).
- Fondasi Psikologis dan Budaya Empati dalam Masyarakat Multikultural Indonesia (2026).
- Empati Budaya dalam Konteks Psikometrik (2026).
Rangkaian karya tersebut memperlihatkan perkembangan yang cukup jelas dari kajian empati berbasis budaya lokal, psikologi perkembangan dan anak berkebutuhan khusus, psikologi Islam, kesehatan mental, hingga pengembangan cultural empathy dan psikometri.
Dengan melihat keseluruhan rekam akademik tersebut, identitas keilmuan Dr. Lailatul Badriyah dapat ditempatkan pada irisan psikologi, budaya, Islam, pendidikan, dan empati. Empati menjadi salah satu benang merah yang menghubungkan berbagai fase penelitiannya, sementara budaya memberikan konteks untuk memahami bagaimana empati terbentuk dan diekspresikan dalam masyarakat. Perspektif Islam memberikan dimensi nilai, moral, dan spiritual, sedangkan psikologi memberikan kerangka teoritis dan metodologis untuk menjelaskan proses perkembangan serta perilaku manusia. Pendidikan dan bimbingan konseling kemudian menjadi ruang penting bagi penerapan berbagai temuan tersebut dalam kehidupan nyata. Dengan posisi tersebut, research identity yang paling merepresentasikan perjalanan akademiknya adalah Cultural Empathy, Islamic Psychology, and Psychosocial Development, atau dalam konteks Indonesia dapat dirumuskan sebagai pengembangan psikologi empati yang kontekstual secara budaya dan keislaman untuk memahami perkembangan individu serta hubungan sosial dalam masyarakat multikultural.
Di luar aktivitas akademik formal, Dr. Lailatul Badriyah juga memiliki keterlibatan yang kuat dalam organisasi profesi, sosial, keagamaan, dan seni. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Masjid Indonesia sejak 2023, anggota Lembaga Seni Qasidah Indonesia Wilayah Bengkulu sejak 2024, pengurus HIMPSI Wilayah Provinsi Bengkulu periode 2024–2029, anggota Ikatan Guru Raudhatul Athfal Provinsi Bengkulu sejak 2025, serta pengurus Yayasan Baitus Sholihin Al-Mustofa Provinsi Bengkulu. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas profesionalnya berkembang tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dalam organisasi profesi, pendidikan, keagamaan, dan masyarakat.
Dimensi lain yang menjadi bagian penting dari profil Dr. Lailatul Badriyah adalah keterlibatannya dalam seni baca Al-Qur’an dan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an antara lain sebagai berikut:
- STQ Nasional Tahun 2004 Cabang tilawah anak-anak putri di Provinsi Bengkulu
- MTQ Nasional Tahun 2006 cabang tilawah golongan remaja di Kendari
- MTQ Nasional tahun 2008 cabang tilawah remaja di Serang Banten
- MTQ Nasional tahun 2010 cabang syarhil quran di Bengkulu
- MTQ Nasional tahun 2012 cabang tilawah dewasa di Ambon Maluku
- STQ Nasional tahun 2017 cabang tilawah dewasa di Kaltara
- STQ Nasional tahun 2021 cabang dewasa putri di Jambi
- MTQ nasional tahun 2022 cabang Qiraat Mujawwad di Kalimantan selatan
- MTQ Nasional tahun 2026 cabang qiraat mujawwad di semarang jawa tengah
- MTQ Korpri Tk Nasional tahun 2020 di Jakarta
- Lasqi Tk Nasional tahun 2016 di Lampung
- Lasqi Tk Nasional tahun 2010 di Jakarta
- Lasqi Tk Nasional tahun 2013 di Balikpapan
- Lasqi Tk Nasional tahun 2017 di Padang sumatera barat
- Juara 1 bintang qasidah tahun 2007
- Juara 1 lomba qasidah rebana kampong Ramadhan alunan tabuh senator tahun 2020
- Juara 1 lomba rebana kuliner gemilang Ramadhan tahun 2022
Secara keseluruhan, Dr. Lailatul Badriyah merupakan akademisi yang membangun perjalanan keilmuannya melalui perpaduan antara psikologi, Studi Islam, budaya, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perjalanan tersebut menunjukkan perkembangan dari kajian psikologi individual dan perkembangan menuju persoalan sosial yang lebih luas, khususnya empati, kesehatan mental, relasi sosial, budaya, keberagamaan, dan keberagaman masyarakat. Konsistensi terhadap tema empati kemudian berkembang menjadi fokus yang lebih spesifik pada cultural empathy, pengembangan instrumen psikologis, dan upaya memahami empati dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural dan multireligius. Dengan latar belakang akademik, pengalaman profesional, aktivitas penelitian, publikasi buku, keterlibatan organisasi, pengabdian masyarakat, serta pengalaman dalam bidang keagamaan dan seni, profil akademiknya dapat dipahami sebagai upaya membangun psikologi yang kontekstual, humanis, berbasis bukti, sensitif terhadap budaya dan nilai keislaman, serta memiliki kontribusi nyata bagi pendidikan dan
Versi Singkat:
Dr. Lailatul Badriyah, S.Psi., M.A. merupakan akademisi dan peneliti pada UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang memiliki latar belakang interdisipliner dalam Psikologi dan Studi Islam. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Psikologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S2 Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan S3 Studi Islam di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Bidang keilmuannya meliputi psikologi perkembangan, psikologi Islam, psikologi budaya, empati, cultural empathy, kesehatan mental, bimbingan dan konseling, serta psikometri. Rekam penelitian menunjukkan perkembangan yang konsisten dari kajian empati dan perilaku sosial remaja menuju kajian empati dalam pendidikan, budaya lokal, perspektif Islam, kesehatan mental, dan akhirnya pengembangan cultural empathy serta instrumen Indonesian Cultural Empathy Scale (ICES). Selain menjalankan tugas sebagai dosen dan peneliti, ia aktif dalam pengelolaan jurnal ilmiah, pendidikan anak usia dini, asesmen, organisasi profesi, pengabdian masyarakat, serta kegiatan keagamaan dan seni baca Al-Qur’an tingkat nasional. Secara keseluruhan, identitas akademiknya berorientasi pada pengembangan psikologi yang kontekstual, berbasis bukti, sensitif terhadap keragaman budaya dan agama, serta memiliki kontribusi bagi pendidikan dan transformasi sosial.
Tim Humas FUAD
