Dr. Japarudin, S.Sos.I., M.S.I. adalah akademisi, peneliti, penulis, dan pengelola perguruan tinggi yang berkiprah dalam bidang dakwah, komunikasi, komunikasi multikultural, sejarah dan budaya Islam, serta kajian sosial-keagamaan. Ia merupakan dosen di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan memiliki pengalaman panjang dalam kegiatan pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai kegiatan seminar, konferensi, pelatihan, lokakarya, dan forum ilmiah
Japarudin lahir di Suka Merindu, Kaur, pada 23 Januari 1980. Pendidikan tingginya ditempuh dalam bidang Dakwah/Komunikasi dan Penyiaran Islam hingga jenjang doktoral dalam bidang Islamic Studies. Dalam perjalanan karier akademiknya, ia pernah dipercaya menduduki berbagai jabatan struktural di lingkungan perguruan tinggi, antara lain Ketua Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam, Sekretaris Jurusan Adab, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Ketua Jurusan Ushuluddin, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, hingga pada tahun 2026 dipercaya sebagai Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Di bidang penelitian, Japarudin menghasilkan sejumlah kajian mengenai tradisi keagamaan masyarakat, komunikasi multikultural, dakwah Islam, budaya lokal, sejarah Islam Bengkulu, narkoba, keluarga, serta kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Ia juga aktif menghasilkan artikel ilmiah dan buku, serta terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan kemasyarakatan.
Kehidupan awal
Japarudin lahir di Suka Merindu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, pada 23 Januari 1980.
Pendidikan
Japarudin menempuh pendidikan tinggi dalam bidang yang berkaitan dengan dakwah, komunikasi, dan studi Islam. Pendidikan sarjananya ditempuh di STAIN/IAIN Bengkulu pada bidang Dakwah/Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan diselesaikan pada tahun 2003. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang Islamic Studies dan menyelesaikannya pada tahun 2009. Pendidikan doktoralnya juga ditempuh di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan bidang Islamic Studies, dan diselesaikan pada tahun 2018. Dengan demikian, pendidikan akademik Japarudin memperlihatkan kesinambungan dari bidang dakwah dan komunikasi pada jenjang sarjana menuju studi Islam pada jenjang magister dan doktoral.
Riwayat pendidikan
- S1, STAIN/IAIN Bengkulu, bidang Dakwah/Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), lulus 2003.
- S2, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bidang Islamic Studies, lulus 2009.
- S3, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bidang Islamic Studies, lulus 2018.
Karier sebagai dosen
Pengalaman mengajar Japarudin dimulai pada tahun 2004. Pada tahap awal, ia mengajar sebagai Dosen Luar Biasa di Jurusan Dakwah STAIN Bengkulu. Pada periode 2005–2007, ia menjadi tenaga pengajar di STAIN Bengkulu. Selanjutnya, jabatan fungsional dosen mulai dijalani sejak tahun 2011, berdasarkan SK Ketua STAIN Bengkulu Nomor Sti.03/KP.07.1/0642/2011 tanggal 29 Maret 2011.
Pada tahun yang sama, Japarudin memperoleh sertifikat/sertifikasi dosen berdasarkan nomor sertifikat yang tercantum dalam daftar riwayat hidupnya. Pada periode awal karier mengajarnya, ia mengampu berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan dakwah, komunikasi Islam, sosial, dan budaya.
Dalam periode 2004–2014, ia mengajarkan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan Dakwah dan Komunikasi Islam maupun Sosial dan Budaya.
Sejak tahun 2016, ia mengampu mata kuliah Studi Islam. Kemudian sejak tahun 2017, ia mengajar mata kuliah Studi Islam, Metodologi Penelitian, Metode Penelitian Dakwah dan Komunikasi, serta Metode Penelitian KPI.
Pengalaman mengajar tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya yang kemudian berkembang ke bidang penelitian, publikasi, dan kepemimpinan perguruan tinggi.
Bidang keilmuan
Berdasarkan pendidikan, pengalaman mengajar, penelitian, dan publikasinya, aktivitas akademik Japarudin banyak berkaitan dengan beberapa bidang, antara lain:
- Dakwah dan komunikasi Islam;
- Komunikasi dan Penyiaran Islam;
- Studi Islam;
- Komunikasi multikultural;
- Sejarah dan kebudayaan Islam;
- Tradisi dan budaya lokal;
- Dakwah dan kehidupan sosial-keagamaan;
- Metodologi penelitian;
- Hubungan masyarakat dan kehidupan sosial.
Tema-tema tersebut terlihat dalam berbagai penelitian dan tulisan yang dihasilkannya, terutama penelitian mengenai tradisi masyarakat Bengkulu, komunikasi multikultural, dakwah Islam, sejarah Islam di Bengkulu, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Penelitian
Japarudin memiliki pengalaman penelitian sejak tahun 2003. Penelitiannya mencakup berbagai tema yang berhubungan dengan dakwah, komunikasi, tradisi keagamaan, budaya lokal, sejarah Islam, serta kehidupan sosial masyarakat.
Motivasi mahasiswa STAIN Bengkulu untuk menjadi da’i
Pada tahun 2003, Japarudin melakukan penelitian berjudul “Motivasi Mahasiswa STAIN Bengkulu untuk Menjadi Da’i”. Penelitian tersebut merupakan penelitian mandiri dan berkaitan dengan skripsi pada Jurusan Dakwah STAIN Bengkulu.
Kajian ini menjadi salah satu penelitian awal yang tercatat dalam perjalanan akademiknya dan berkaitan langsung dengan bidang dakwah.
Dinamika aktivitas majelis taklim
Pada tahun 2006, ia terlibat sebagai anggota peneliti dalam penelitian “Dinamika Aktivitas Majelis Taklim dalam Kehidupan Beragama Masyarakat Kota Bengkulu” dengan sumber dana DIPA STAIN.
Penelitian tersebut mengkaji aktivitas majelis taklim dalam kehidupan keagamaan masyarakat Kota Bengkulu.
Media massa dan keluarga sakinah
Pada tahun 2007, Japarudin terlibat sebagai anggota peneliti dalam penelitian “Media Massa dan Keluarga Sakinah”, yang didanai melalui DIPA STAIN.
Terapi TaSaPuDe bagi korban penyalahgunaan narkoba
Pada tahun 2009, ia melakukan penelitian mandiri berjudul “Terapi TaSaPuDe bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Pondok Inabah 13 Yogyakarta”. Penelitian tersebut merupakan bagian dari tesis pada Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kajian ini memperlihatkan perhatian Japarudin terhadap persoalan sosial yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba dan pendekatan keagamaan dalam penanganannya.
Partisipasi, tantangan dan respons lembaga pengguna terhadap alumni
Pada tahun 2011, Japarudin terlibat sebagai anggota peneliti dalam penelitian “Studi Pelacakan Lulusan Sebaran dan Kontribusi Alumni STAIN Bengkulu di Propinsi Bengkulu”. Penelitian tersebut memperoleh sumber dana APBNP STAIN Bengkulu.
Pada tahun yang sama, ia juga terlibat sebagai anggota peneliti dalam penelitian “Masjid dan Perkembangan Dakwah Islam di Kota Bengkulu” yang didanai melalui DIPA STAIN.
Etnografi komunikasi budaya
Pada tahun 2012, Japarudin melakukan penelitian “Etnografi Komunikasi Budaya Mak-Inangan di Masyarakat Bintuhan” dengan sumber dana P3M STAIN Bengkulu.
Penelitian ini berkaitan dengan komunikasi budaya dan tradisi masyarakat Bintuhan.
Islam dalam media massa
Pada tahun 2013, ia melakukan penelitian “Islam dalam Media Massa: Analisis Pesan Dakwah Islam dalam Majalah Almunir edisi Tahun 1911 Masehi”. Penelitian tersebut memperoleh dana DIPA IAIN Bengkulu Tahun 2013.
Kajian tersebut menunjukkan perhatian terhadap pesan dakwah Islam dalam media massa, khususnya melalui kajian terhadap Majalah Al-Munir.
Orang Rimba dalam Betetutuh Sang Mesekin
Pada tahun 2014, Japarudin menjadi peneliti dalam penelitian “Orang Rimba dalam Betetutuh Sang Mesekin”. Penelitian tersebut memperoleh pendanaan dari Shortcourse Diktis.
Partisipasi, tantangan dan respons lembaga pengguna terhadap alumni IAIN Bengkulu
Pada tahun 2014, ia juga terlibat sebagai anggota peneliti dalam penelitian “Partisipasi, Tantangan dan Respon Lembaga Pengguna terhadap Alumni IAIN Bengkulu di Propinsi Bengkulu” dengan sumber dana DIPA IAIN Bengkulu.
Model sosialisasi IAIN Bengkulu
Pada tahun 2015, Japarudin menjadi peneliti dalam penelitian “Model Sosialisasi IAIN Bengkulu” dengan sumber dana DIPA IAIN Bengkulu.
Alangkah lucunya negeri ini
Pada tahun 2016, ia melakukan penelitian “Alangkah Lucunya Negeri Ini: Representasi Pesan Dakwah Islam Berbasis Kebutuhan Mad’u”. Penelitian tersebut didanai melalui DIPA IAIN Bengkulu.
Kajian ini berhubungan dengan representasi pesan dakwah Islam serta kebutuhan mad’u atau masyarakat sebagai penerima pesan dakwah.
Komunikasi multikultural dan kerukunan umat beragama
Pada tahun 2017, Japarudin terlibat dalam penelitian “Komunikasi Multikultural dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kab. Bengkulu Tengah”. Dalam penelitian tersebut tercatat Rini Fitria Japarudin dan Nur Ibrahim sebagai peneliti, dengan sumber dana BOPTN IAIN Bengkulu.
Penelitian ini memperlihatkan perhatian akademiknya terhadap komunikasi antarbudaya dan hubungan antarumat beragama dalam masyarakat Bengkulu Tengah.
Rekonstruksi pesan dakwah
Pada tahun 2018, Japarudin menjadi peneliti dalam penelitian “Rekonstruksi Pesan Dakwah Ilmu Sejati dalam Naskah al-Munir Tahun 1911 M – sesuai SK Rektor IAIN Bengkulu Nomor: 0286 tanggal 13 April 2018” dengan sumber dana BOPTN IAIN Bengkulu.
Pada tahun yang sama, ia juga menjadi peneliti dalam penelitian “Makna Simbolis Tradisi Tabut di Kota Bengkulu”. Penelitian tersebut merupakan bagian dari disertasi pada Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan didanai secara mandiri.
Komunikasi multikultural antarbudaya
Pada tahun 2019, Japarudin menjadi anggota peneliti dalam penelitian “Komunikasi Multikultural dalam Mengatasi Konflik Antar Budaya di Propinsi Bengkulu” dengan sumber dana BOPTN IAIN Bengkulu.
Tamat Kaji
Pada tahun 2022, ia menjadi ketua tim peneliti dalam penelitian “Tamat Kaji: Tradisi Khataman al-Qur’an pada Masyarakat Semaku” dengan sumber dana BOPTN UIN Bengkulu.
Penelitian ini berkaitan dengan tradisi khataman Al-Qur’an yang berkembang pada masyarakat Semaku.
Publikasi ilmiah
Japarudin memiliki sejumlah publikasi ilmiah dalam bentuk artikel jurnal dan buku. Tema publikasinya mencakup tradisi keagamaan, budaya lokal, komunikasi multikultural, dakwah, sejarah Islam, masyarakat, dan persoalan sosial.
Publikasi mutakhir
Pada tahun 2024, ia menulis “Eksistensi dan Internalisasi Nilai-Nilai Tradisi Tamat Kaji pada Masyarakat Semaku Bengkulu”, yang diterbitkan dalam Jurnal AlQalam, Vol. 18 No. 04 Tahun 2024.
Pada tahun 2023, ia menerbitkan tulisan “Analisis kaitan Syekh Burhanudin dan Kadar Ali dengan Tradisi Tabut: Makna dalam di Bengkulu-Pariaman” dalam Jurnal JPPI Vol. 9 No. 4 Tahun 2023.
Pada tahun yang sama, ia juga menerbitkan tulisan “Fenomena dan Nilai-nilai Tradisi Mudik Lebaran” dalam Jurnal al-Qalam Vol. 17 No. 3 Tahun 2023.
Artikel lainnya adalah “Exploring The Values of Education Through Post-Death Traditions In Indonesia”, yang diterbitkan dalam Jurnal Qalamuna, Vol. 15 No. 1 Tahun 2023.
Buku dan hasil penelitian
Salah satu karya pentingnya adalah buku Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tabut, yang diterbitkan oleh Samudra Biru pada tahun 2021 dengan ISBN 978-232-610-248 sebagaimana tercantum dalam dokumen.
Ia juga menghasilkan buku Komunikasi Antarbudaya Kajian Local Wisdom Di Provinsi Bengkulu, yang merupakan hasil penelitian dan diterbitkan oleh Samudra Biru pada tahun 2018 dengan ISBN 978-602-5610-248 sebagaimana tercantum dalam daftar publikasi.
Karya lainnya adalah Islam dan Penyalahgunaan Narkoba, yang diterbitkan oleh Samudra Biru pada tahun 2018 dengan ISBN 978-602-5960-52-9.
Pada tahun 2018, ia juga tercatat menghasilkan buku Komunikasi Multikultural dalam Keberagamaan Masyarakat Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, yang diterbitkan oleh Samudra Biru dengan ISBN 978-602-5610-02-8.
Artikel tentang tradisi, dakwah, dan budaya
Publikasi Japarudin mencakup tulisan “Tradisi Muharam Di Indonesia”, yang diterbitkan dalam Tsaqofah & Tarikh Vol. 12 No. 2 Juli–Desember 2017.
Ia juga menulis “Alangkah Lucunya Negeri Ini: Representasi masalah sosial dan dakwah Islam”, yang diterbitkan dalam Jurnal Manhaj Vol. 5 No. 3, September–Desember 2017.
Tulisan “Humor dalam Aktivitas Tabligh” diterbitkan dalam Jurnal Syi’ar Vol. 17 No. 2, Agustus 2017.
Pada tahun 2016, ia menerbitkan tulisan “Sejarah Dakwah di Bengkulu” dalam Jurnal Tsaqofah & Tarikh Vol. 1 No. 2, Juli–Desember 2016.
Tulisan lainnya pada tahun yang sama adalah “Wacana: Pemikiran dalam Bahasa dan Analisis Teks” dalam Jurnal El-Afkar Vol. 5 No. 1 Juni 2016.
Pada tahun 2015, ia menulis “Nilai-nilai Etis Agama dan Budaya dalam Pekerjaan Sosial” dalam Jurnal Syi’ar Vol. 15 No. 2 Agustus 2015 serta “Demokrasi Perspektif Islam, Syura dan Kebebasan Berpendapat; Studi Kasus Demokrasi di Indonesia” dalam Jurnal El-Afkar Vol. 4 No. 2 Desember 2015.
Publikasi mengenai Tabut, masyarakat dan dakwah
Japarudin juga menghasilkan tulisan dan makalah mengenai tradisi Tabut di Bengkulu. Salah satunya adalah “Makalah FGD: Perkembangan dan Kondisi kekinian Tabot di propinsi Bengkulu”, yang tercatat dalam kegiatan BPNB Padang-Sumbar dan Wediha hotel tahun 2014.
Ia juga menulis “Pesan Dakwah Islam dalam Majalah al-Munir Edisi 1911 M” yang diterbitkan dalam Jurnal Manhaj Vol. 2 No. 3 September 2014.
Tulisan “Kepercayaan Orang Rimba Jambi terhadap Betetutuh Sang Mesekin” diterbitkan dalam Jurnal Kontekstualita Vol. 29 No. 1 Tahun 2014.
Selain itu, ia menulis “Merajut Kebijakan Mengurangi Perilaku Kekerasan terhadap Anak Sebagai Dampak Media Televisi”, yang diterbitkan dalam Jurnal Welfare Vol. 2 No. 1 Juni 2013.
Artikel “Etnografi Komunikasi Budaya Mak-Inangan di masyarakat Bintuhan” diterbitkan dalam Jurnal Manhaj Vol. 1 No. 3 September 2013.
Pada tahun 2012, ia menulis “PESAN DAKWAH MAJALAH AL-MUNIR: Pembaharuan Pemikiran Islam Awal Abad ke-20” dalam Jurnal Syi’ar Vol. 12 No. 1 Februari 2012.
Ia juga menulis “Masjid dan Perkembangan Dakwah Islam di Kota Bengkulu”, yang diterbitkan dalam Jurnal Inferensia Vol. 6 Agustus 2012.
Tulisan lainnya adalah “Evolusi Analisis Struktural (membaca filsafat Claude Levi Strauss)” dalam Jurnal El-Afkar Vol. 1 No. 1 Januari 2012.
Pada tahun 2010, ia menerbitkan tulisan “Media Massa dan Dakwah” dalam Jurnal Dakwah Vol. 14 No. 1 Tahun 2014 sebagaimana tercantum dalam dokumen, serta tulisan “Terapi TaSaPuDe bagi Penyalahguna Narkoba” dalam Jurnal Manhaj Vol. 10 No. 2 Desember 2010.
Tulisan “Islam di Bumi Raflesia (Telaah Historis Masuknya Islam ke Bengkulu)” diterbitkan dalam Jurnal Syi’ar Vol. 9 No. 2 Agustus 2009.
Sementara tulisan “Dinamika Aktivitas Majelis Taklim dalam Kehidupan Beragama Masyarakat Kota Bengkulu” diterbitkan dalam Jurnal Manhaj Vol. 7 No. 1 April 2007.
Penghargaan
Japarudin tercatat menerima Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2020.
Penghargaan tersebut tercatat dalam daftar riwayat hidup dengan dasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123/TK/TAHUN 2022 tanggal 6 November 2020 sebagaimana tertulis dalam dokumen.
Pengalaman jabatan dan tugas tambahan
Japarudin memiliki pengalaman panjang dalam berbagai jabatan akademik dan tugas tambahan di lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Pada tahun 2026, Japarudin dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Jabatan tersebut berkaitan dengan bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan berdasarkan SK Rektor UIN FAS Bengkulu Nomor 0333/Un.23/KP.07.6/04/2026 tanggal 2 April 2026.
Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
Pada periode 2024–2026, ia menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor 0005/Un.23/KP.003/01/2024 tanggal 2 Januari 2024.
Wakil Dekan III FUAD
Pada periode 2022–2023, Japarudin menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor Un.0046/2022 tanggal 17 Januari 2022.
Jabatan tersebut berkaitan dengan bidang kemahasiswaan.
Pelaksana Tugas Wakil Dekan III dan Kajur Ushuluddin
Pada tahun 2021, ia menjalankan tugas sebagai Plt. Wakil Dekan III dan Kajur Ushuluddin Fakultas UAD IAIN Bengkulu berdasarkan Surat Perintah Menteri Agama RI Nomor 028464/B.II/3/2021 tanggal 19 Agustus 2021.
Ketua Jurusan Ushuluddin
Pada periode 2019–2021, Japarudin menjabat sebagai Ketua Jurusan Ushuluddin pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor In.11/275 tanggal 26 September 2019.
Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan
Pada periode 2017–2019, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Bengkulu berdasarkan SK Menteri Agama RI Nomor In.11/066 tanggal 24 Agustus 2017.
Pada tahun 2017, ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Bengkulu berdasarkan Surat Perintah Menteri Agama RI Nomor B.II/3/04909 tanggal 22 Maret 2017.
Sekretaris Jurusan Adab
Pada periode 2013–2017, Japarudin menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Adab Fakultas UAD IAIN Bengkulu berdasarkan SK Rektor IAIN Bengkulu Nomor 0483 tanggal 24 April 2013.
Ketua Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam
Pada periode 2012–2013, ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Jurusan Adab STAIN Bengkulu berdasarkan SK Ketua STAIN Bengkulu Nomor 0561 tanggal 4 Agustus 2012.
Tim penyusun dan penyelenggara Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam
Pada periode 2011–2012, ia menjadi anggota Tim Penyusun/Penyelenggara Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) STAIN Bengkulu berdasarkan SK Ketua STAIN Bengkulu Nomor 0280 tanggal 12 Maret 2012.
Staf Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pada periode 2005–2007, Japarudin menjadi Staf pada Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Bengkulu berdasarkan Surat Perintah Tugas Ketua STAIN Bengkulu Nomor ST/3/KP.003/0806/2005 tanggal 28 Juni 2005.
Pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas sosial
Aktivitas Japarudin di luar kegiatan akademik juga mencakup pengabdian kepada masyarakat, kegiatan kepemiluan, kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan organisasi kemahasiswaan.
Kegiatan kepemiluan
Japarudin memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan kepemiluan di Bengkulu.
Pada tahun 2025, ia menjadi moderator/fasilitator Focus Group Discussion (FGD) dalam penyusunan laporan evaluasi pemilihan tahun 2024 KPU Bengkulu Utara, sesuai surat KPU Bengkulu Utara Nomor 10/PP.01.2-SD/1703/03/2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Argamakmur, Bengkulu Utara.
Pada tahun 2024, ia menjadi tim perumus Debat Publik/terbuka antar kandidat pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Mukomuko tahun 2024 berdasarkan Surat Tugas Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Nomor 5484 tanggal 15 Oktober 2024 dan surat KPU Kabupaten Mukomuko Nomor 620 tanggal 11 Oktober 2024.
Pada tahun yang sama, ia menjadi narasumber Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bawaslu Rejang Lebong dengan tema “Peran Pemilih Pemula dalam Menghadapi Pemilu Tahun 2024”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 7 Februari 2024 di Hotel Syakilla Syari’ah, Curup, Rejang Lebong.
Ia juga menjadi narasumber Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif pada Pemilihan Umum Tahun 2024 yang diselenggarakan Bawaslu Bengkulu Tengah pada 3 Februari 2024 di Hotel Wilo Putri Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Pada tahun 2023, ia menjadi bagian dari Tim Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Bengkulu-1, yang meliputi Kabupaten Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, dan Mukomuko.
Pada tahun 2022, Japarudin menjadi narasumber Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan Organisasi Masyarakat Sipil, Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Media Massa di Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 29 November 2022 di Hotel Santika Bengkulu.
Pada tahun yang sama, ia menjadi Tim Seleksi Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu dalam pembentukan tim seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi di sejumlah provinsi.
Pada tahun 2020, ia menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 08 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020.
Pada tahun 2020, ia juga menjadi Panelis Debat Publik Pasangan Bupati dan Calon Bupati Kabupaten Kepahiang Tahun 2020.
Pada tahun 2019, Japarudin kembali menjadi anggota KPPS Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu untuk Pemilihan Umum Tahun 2019.
Pada tahun 2018, ia menjadi Tim Seleksi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu untuk masa jabatan 2018–2023.
Pada tahun 2013, ia menjadi Agen Sosialisasi Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 untuk Kota Bengkulu. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Mitra Pengawas Pemilu dari unsur Perguruan Tinggi dalam pengawasan Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014.
Pengabdian di bidang akademik
Pada tahun 2024, Japarudin terlibat dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berbasis Program Studi dengan tema “Pendampingan Teknis Penulisan Sejarah dan Budaya Lokal untuk Bahan Ajar Muatan Lokal di Sekolah dan Madrasah se-Kota Bengkulu” berdasarkan Keputusan Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Nomor 2030 tanggal 26 Agustus 2024.
Pada tahun 2018, ia menjadi Penguji Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kemenag tahun 2018 di Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Pada periode 2016–2020, ia menjadi Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (ASKOPIS) Indonesia.
Aktivitas kemasyarakatan
Pada tahun 2020, Japarudin terlibat sebagai anggota Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat RT. 09 RW. 02 Kelurahan Sukarami, Selebar, Kota Bengkulu.
Pada periode 2015–2018, ia menjadi Pengurus Masjid Al-Karim Jalan Pancurmas RT. 09 & 10 Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Organisasi kemasyarakatan
Japarudin memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang, terutama dalam organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan.
Pada periode 2025–2030, ia tercatat sebagai Sekretaris Umum PW-IKA PMII Bengkulu.
Pada tahun 2024, ia menjadi Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Bengkulu.
Pada periode 2022–2027, ia menjadi Ketua Pengurus Yayasan As-Shaba Bintuhan Kabupaten Kaur.
Pada tahun 2022, ia menjadi Ketua Majelis Pembina Rayon (MABINRA) PMII Rayon Khalid Bin Walid sesuai SK Pengurus Cabang PMII Kota Bengkulu.
Pada periode 2018–2023, ia menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah NU Bengkulu.
Pada periode yang sama, 2018–2023, ia juga menjadi Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) Bengkulu.
Pada periode 2017–2022, Japarudin menjabat sebagai Sekretaris Umum PW-IKA PMII Bengkulu.
Pada periode 2014–2018, ia menjadi Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) Bengkulu.
Pada periode 2013–2018, ia menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah ISNU Bengkulu.
Pada periode 2013–2017, ia menjadi Wakil Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Bengkulu.
Pada periode 2012–2015, Japarudin menjadi Anggota Divisi Kemitraan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) Bengkulu.
Pada tahun 2012, ia menjadi Anggota Cartaker PCNU Kota Bengkulu.
Pada periode 2012–2017, ia menjadi Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) Bengkulu.
Pada periode 2009–2014, ia menjadi Anggota Departemen Penataan Organisasi dan Penataan Internal Pengurus Wilayah IKA PMII Bengkulu.
Pada periode 2007–2009, ia menjadi Sekretaris Pengurus PKC PMII Bengkulu.
Sementara pada periode 2006–2007, ia menjadi Anggota Majelis Pembina Cabang PMII Kota Bengkulu.
Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Japarudin tidak hanya berlangsung dalam lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dalam organisasi kemahasiswaan, organisasi keagamaan, organisasi alumni, dan lembaga kemasyarakatan.
Seminar, konferensi, pelatihan dan lokakarya
Japarudin juga aktif mengikuti dan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan ilmiah sejak tahun 2006 hingga 2024.
Pada tahun 2024, ia menjadi narasumber Seminar Himpunan Mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang.
Pada tahun 2022, ia menjadi peserta seminar internasional bertema “Self Competence in Social Media Identity and Potential” yang diselenggarakan Universiti Sultan Idris Malaysia dan UIN Raden Fatah Palembang.
Pada tahun 2021, ia menjadi peserta Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains Ke-4: Meneguhkan Hubungan Agama dan Sains di Era Transdisiplin di Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada tahun yang sama, ia menjadi narasumber Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) bagi mahasiswa Ushuluddin IAIN Bengkulu.
Pada tahun 2020, ia menjadi narasumber webinar “Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Konteks Sejarah di Kabupaten Kaur”.
Pada tahun yang sama, ia mengikuti sejumlah seminar nasional dan webinar, antara lain mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap kelangsungan berbagai ritual adat dan kesenian lokal di Indonesia, moderasi beragama di Indonesia, serta diskusi Islamic Communication: Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dan Komunikasi.
Ia juga mengikuti seminar nasional virtual Learning on Academic Language [Webinar on Academic Writing]: How to Make A Literature Review and Discussion.
Pada tahun 2019, ia menjadi peserta International Conference “Islamic Family Law: Challenges and Opportunities in The Industrial Revolution 4.0 Era” yang diselenggarakan oleh IAIN Bengkulu dan Indonesia Islamic Family Law Lecture Association.
Pada tahun 2018, ia mengikuti Seminar Nasional Islam Nusantara dan Temu Jaringan LP2M/P3M se-Sumatra, Malaysia, dan Brunei Darussalam di UIN Imam Bonjol.
Pada tahun 2017, ia menjadi pemateri/narasumber Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan BEM Fakultas UAD IAIN Bengkulu. Ia juga menjadi narasumber Pelatihan Da’i dan Da’iyah ke-4 se-Provinsi Bengkulu.
Pada tahun 2016, ia mengikuti Workshop Nasional KKNI dan SNPT Level Mata Kuliah/Dosen (40 JPL), seminar ilmiah tentang Metode Penelitian Kualitatif, serta seminar internasional bersama Datok H. Zainal Abidin bin H. Sakom dari Yayasan Pembasmi Kemiskinan Malaysia.
Ia juga menjadi reviewer bedah buku Putih Tabut Bencoolen yang diselenggarakan Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) Bengkulu.
Pada tahun 2015, ia menjadi narasumber Pelatihan Da’i dan Da’iyah se-Provinsi Bengkulu, pemateri Pelatihan Pembuatan Makalah: “Setetes Tinta Akan Menghasilkan Sebuah Karya”, serta peserta Seminar Nasional Kesehatan Reproduksi dan Seminar dan Pentas Seni Sumpah Pemuda.
Pada tahun 2014, ia menjadi narasumber FGD Perkembangan dan Kondisi Kekinian Tabut di Bengkulu.
Pada tahun 2013, ia mengikuti Seminar Internasional on Islam, Science, & Technology, Workshop Proposal PPM-DIKTI, Shortcourse Metodologi Penelitian Sosial Keagamaan Diktis, dan International Conference Jambi Studies.
Pada tahun 2012, ia mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, antara lain Pelatihan Pengelolaan Jurnal dan Penulisan Artikel Ilmiah Tingkat Nasional, Seminar Proposal Penelitian Lektur Keagamaan, Annual Conference Peneliti Sosial Keagamaan, Seminar Hasil Penelitian Lektur Keagamaan, serta Seminar Hasil Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Aksara Ka Ga Nga dan Identifikasi Situs Peninggalan Sriwijaya.
Ia juga mengikuti Lokakarya Jurnal Ilmiah JIPI, Lokakarya PAR P3M STAIN Bengkulu, serta pelatihan yang berkaitan dengan manajemen dan advokasi organisasi masyarakat.
Pada tahun 2010, ia mengikuti Workshop Advokasi Kependudukan dan Keluarga Berencana, Seminar Nasional dan Bedah Buku Examining Islam in The West bersama Dr. H. Alwi Shihab, serta menjadi bagian dari Panitia Seminar Internasional “The Existence of Tabot Tradition in Increasing The Social, Cultural, and Political Education Role of Ummah”.
Pada tahun 2009, ia mengikuti Seminar Nasional Bahasa dan Sastra dalam Media Massa di Fakultas Bahasa dan Seni UNY Yogyakarta.
Pada tahun 2008, ia mengikuti Seminar Nasional Revitalisasi Agama untuk Resolusi Konflik di Indonesia di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada tahun 2007, ia mengikuti Seminar Nasional Cinta Tanah Air dalam Pelestarian Cikal Bakal Sejarah Budaya Bangsa dalam Bingkai NKRI.
Pada tahun 2006, ia mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Civic Education, pelatihan SIMAQ MUI Provinsi Bengkulu, orientasi Training of Trainer (TOT) Perawatan Rohani Islam (Warohis), workshop pengkajian kurikulum dan silabus mata kuliah, workshop evaluasi pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi, workshop penyusunan silabus mata kuliah STAIN Bengkulu, serta orientasi pengelolaan keuangan dan barang milik negara.
Pengalaman sebagai editor
Japarudin juga memiliki pengalaman dalam bidang penyuntingan dan penerbitan ilmiah.
Pada periode 2006–2007, ia memiliki pengalaman sebagai editor pertama Jurnal Manhaj yang dikelola oleh P3M STAIN Bengkulu.
Pada periode 2010–2018, ia aktif sebagai editor maupun redaktur Majalah Manhaj.
Ia juga menjadi editor penerbitan buku Sinopsis Hasil Penelitian Dosen IAIN Bengkulu Tahun 2013, yang diterbitkan oleh Samudra Biru dengan ISBN 978-602-9276-30-5.
Pengalaman tersebut melengkapi aktivitas akademiknya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Perjalanan akademik dan kepemimpinan
Perjalanan Japarudin memperlihatkan perkembangan dari seorang akademisi yang memulai aktivitas mengajar pada awal 2000-an menjadi dosen dengan pengalaman penelitian, publikasi, pengelolaan program studi, pengelolaan lembaga penelitian dan penerbitan, hingga menduduki posisi pimpinan universitas.
Pada tahap awal kariernya, aktivitas Japarudin banyak berkaitan dengan dakwah dan komunikasi Islam. Seiring perkembangan karier akademiknya, tema keilmuannya meluas ke komunikasi multikultural, sejarah Islam, budaya lokal, tradisi masyarakat, serta persoalan sosial-keagamaan.
Pengalaman sebagai Ketua Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam, Sekretaris Jurusan Adab, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Ketua Jurusan Ushuluddin, Wakil Dekan III, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, dan kemudian Wakil Rektor II memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi.
Kontribusi dalam penelitian dan publikasi
Salah satu ciri utama perjalanan akademik Japarudin adalah keterhubungan antara penelitian, pengajaran, dan publikasi. Sejumlah penelitian yang dilakukannya kemudian berkembang menjadi artikel jurnal maupun buku.
Kajian mengenai tradisi Tabut, misalnya, muncul dalam penelitian mengenai makna simbolis tradisi Tabut di Kota Bengkulu dan kemudian berkembang menjadi karya Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tabut. Demikian pula penelitian mengenai komunikasi multikultural berkembang menjadi karya Komunikasi Antarbudaya Kajian Local Wisdom di Provinsi Bengkulu dan Komunikasi Multikultural dalam Keberagamaan Masyarakat Pondok Kelapa Bengkulu Tengah.
Penelitiannya mengenai penyalahgunaan narkoba juga berkaitan dengan karya Islam dan Penyalahgunaan Narkoba dan tulisan mengenai terapi TaSaPuDe bagi penyalahguna narkoba.
Sementara penelitian mengenai tradisi Tamat Kaji pada masyarakat Semaku menghasilkan publikasi mengenai eksistensi dan internalisasi nilai-nilai tradisi Tamat Kaji pada masyarakat Semaku Bengkulu.
Dengan demikian, karya akademiknya mencakup tema yang cukup luas, tetapi tetap memiliki keterkaitan dengan dakwah, komunikasi, studi Islam, budaya, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat.
Daftar karya penelitian
Beberapa penelitian Japarudin yang tercatat dalam daftar riwayat hidupnya adalah:
- 2003 — Motivasi Mahasiswa STAIN Bengkulu untuk Menjadi Da’i.
- 2006 — Dinamika Aktivitas Majelis Taklim dalam Kehidupan Beragama Masyarakat Kota Bengkulu.
- 2007 — Media Massa dan Keluarga Sakinah.
- 2009 — Terapi TaSaPuDe bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Pondok Inabah 13 Yogyakarta.
- 2011 — Masjid dan Perkembangan Dakwah Islam di Kota Bengkulu.
- 2011 — Studi Pelacakan Lulusan Sebaran dan Kontribusi Alumni STAIN Bengkulu di Propinsi Bengkulu.
- 2012 — Etnografi Komunikasi Budaya Mak-Inangan di Masyarakat Bintuhan.
- 2013 — Islam dalam Media Massa: Analisis Pesan Dakwah Islam dalam Majalah Almunir edisi Tahun 1911 Masehi.
- 2014 — Orang Rimba dalam Betetutuh Sang Mesekin.
- 2014 — Partisipasi, Tantangan dan Respon Lembaga Pengguna terhadap Alumni IAIN Bengkulu di Propinsi Bengkulu.
- 2015 — Model Sosialisasi IAIN Bengkulu.
- 2016 — Alangkah Lucunya Negeri Ini: Representasi Pesan Dakwah Islam Berbasis Kebutuhan Mad’u.
- 2017 — Komunikasi Multikultural dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kab. Bengkulu Tengah.
- 2018 — Rekonstruksi Pesan Dakwah Ilmu Sejati dalam Naskah al-Munir Tahun 1911 M.
- 2018 — Makna Simbolis Tradisi Tabut di Kota Bengkulu.
- 2019 — Komunikasi Multikultural dalam Mengatasi Konflik Antar Budaya di Propinsi Bengkulu.
- 2022 — Tamat Kaji: Tradisi Khataman al-Qur’an pada Masyarakat Semaku.
Daftar buku dan karya publikasi utama
Beberapa karya buku dan publikasi yang tercantum dalam dokumen antara lain:
- Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tabut, 2021.
- Komunikasi Antarbudaya Kajian Local Wisdom di Provinsi Bengkulu, 2018.
- Islam dan Penyalahgunaan Narkoba, 2018.
- Komunikasi Multikultural dalam Keberagamaan Masyarakat Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, 2018.
- “Eksistensi dan Internalisasi Nilai-Nilai Tradisi Tamat Kaji pada Masyarakat Semaku Bengkulu”, 2024.
- “Analisis kaitan Syekh Burhanudin dan Kadar Ali dengan Tradisi Tabut: Makna dalam di Bengkulu-Pariaman”, 2023.
- “Fenomena dan Nilai-nilai Tradisi Mudik Lebaran”, 2023.
- “Exploring The Values of Education Through Post-Death Traditions In Indonesia”, 2023.
- “Tradisi Muharam di Indonesia”, 2017.
- “Alangkah Lucunya Negeri Ini: Representasi masalah sosial dan dakwah Islam”, 2017.
- “Humor dalam Aktivitas Tabligh”, 2017.
- “Sejarah Dakwah di Bengkulu”, 2016.
- “Wacana: Pemikiran dalam Bahasa dan Analisis Teks”, 2016.
- “Nilai-nilai Etis Agama dan Budaya dalam Pekerjaan Sosial”, 2015.
- “Demokrasi Perspektif Islam, Syura dan Kebebasan Berpendapat; Studi Kasus Demokrasi di Indonesia”, 2015.
- “Pesan Dakwah Islam dalam Majalah al-Munir Edisi 1911 M”, 2014.
- “Kepercayaan Orang Rimba Jambi terhadap Betetutuh Sang Mesekin”, 2014.
- “Merajut Kebijakan Mengurangi Perilaku Kekerasan terhadap Anak Sebagai Dampak Media Televisi”, 2013.
- “Etnografi Komunikasi Budaya Mak-Inangan di masyarakat Bintuhan”, 2013.
- “PESAN DAKWAH MAJALAH AL-MUNIR: Pembaharuan Pemikiran Islam Awal Abad ke-20”, 2012.
- “Masjid dan Perkembangan Dakwah Islam di Kota Bengkulu”, 2012.
- “Evolusi Analisis Struktural (membaca filsafat Claude Levi Strauss)”, 2012.
- “Media Massa dan Dakwah”, 2010.
- “Terapi TaSaPuDe bagi Penyalahguna Narkoba”, 2010.
- “Islam di Bumi Raflesia (Telaah Historis Masuknya Islam ke Bengkulu)”, 2009.
- “Dinamika Aktivitas Majelis Taklim dalam Kehidupan Beragama Masyarakat Kota Bengkulu”, 2007.
Kronologi karier dan jabatan
Perjalanan karier akademik dan tugas tambahan Japarudin dapat diringkas secara kronologis sebagai berikut:
- 2004 — Memulai pengalaman mengajar sebagai Dosen Luar Biasa Jurusan Dakwah STAIN Bengkulu.
- 2005–2007 — Tenaga pengajar STAIN Bengkulu dan Staf P3M STAIN Bengkulu.
- 2006–2007 — Editor Jurnal Manhaj.
- 2007–2009 — Sekretaris Pengurus PKC PMII Bengkulu.
- 2009–2014 — Anggota Departemen Penataan Organisasi dan Penataan Internal PW IKA PMII Bengkulu.
- 2011 — Memulai jabatan fungsional dosen.
- 2011–2012 — Tim Penyusun/Penyelenggara Prodi Sejarah Kebudayaan Islam.
- 2012–2013 — Ketua Prodi Sejarah Kebudayaan Islam Jurusan Adab STAIN Bengkulu.
- 2013–2017 — Sekretaris Jurusan Adab Fakultas UAD IAIN Bengkulu.
- 2017 — Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Bengkulu.
- 2017–2019 — Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Bengkulu.
- 2019–2021 — Ketua Jurusan Ushuluddin Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu.
- 2021 — Plt. Wakil Dekan III dan Kajur Ushuluddin Fakultas UAD IAIN Bengkulu.
- 2022–2023 — Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
- 2024–2026 — Kepala UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
- 2026 — Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.
Penghargaan
- Satyalancana Karya Satya X Tahun, diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, tercatat pada tahun 2020.
Kesimpulan
Perjalanan Dr. Japarudin, S.Sos.I., M.S.I. memperlihatkan perkembangan karier yang berawal dari bidang dakwah dan komunikasi, kemudian berkembang ke ranah studi Islam, komunikasi multikultural, sejarah dan budaya Islam, serta penelitian sosial-keagamaan.
Ia telah menjalani pengalaman akademik dalam berbagai posisi, mulai dari dosen dan tenaga pengajar, pengelola program studi, sekretaris jurusan, kepala pusat penelitian dan penerbitan, ketua jurusan, wakil dekan, kepala unit teknologi informasi dan pangkalan data, hingga Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada tahun 2026.
Di bidang penelitian, ia menghasilkan kajian yang beragam mengenai dakwah, komunikasi Islam, komunikasi multikultural, tradisi Tabut, budaya lokal, sejarah Islam Bengkulu, masyarakat Semaku, majelis taklim, media massa, penyalahgunaan narkoba, dan kehidupan sosial-keagamaan.
Di luar kegiatan akademik, Japarudin juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan, organisasi keagamaan, organisasi alumni, kegiatan kemasyarakatan, kepemiluan, pengabdian masyarakat, serta forum ilmiah. Aktivitas tersebut berjalan beriringan dengan kiprahnya sebagai dosen dan peneliti.
Dengan pengalaman akademik dan kelembagaan yang panjang, Japarudin menjadi bagian dari perkembangan kehidupan akademik dan kelembagaan perguruan tinggi Islam di Bengkulu, khususnya dalam bidang dakwah, komunikasi, studi Islam, penelitian, dan pengembangan kelembagaan.
Redaktur: By Imam Mubarok (Humas FUAD)
