Cirebon – Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Ismail, M.Ag., menjadi salah satu pemakalah dalam ADIA International Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 22–25 Juli 2026.
Pada sesi Parallel Session, Dr. Ismail mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Sukurejang”. Kajian tersebut mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sukurejang sebagai salah satu model penguatan moderasi beragama yang tumbuh dari budaya lokal dan relevan dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat yang majemuk.
Dalam paparannya, Dr. Ismail menjelaskan bahwa kearifan lokal memiliki peran strategis sebagai modal sosial dalam membangun sikap toleransi, saling menghargai, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, pendekatan moderasi beragama yang berpijak pada budaya lokal merupakan salah satu alternatif yang efektif dalam memperkuat kerukunan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya bangsa di tengah perkembangan global.
Keikutsertaan Dr. Ismail dalam forum ilmiah internasional tersebut mendapat pendampingan dari Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Abdul Aziz Al-Khumairi, M.Hum. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen FUAD dalam meningkatkan produktivitas akademik dosen serta memperluas jejaring kerja sama dengan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.
ADIA International Conference 2026 menjadi wadah strategis bagi para dosen, peneliti, dan akademisi untuk mempresentasikan hasil riset, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ilmu-ilmu adab, humaniora, sejarah, bahasa, sastra, dan studi keislaman. Berbagai isu kontemporer dibahas dalam forum ini sebagai respons terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan masyarakat global.
Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif dosen FUAD dalam forum ilmiah internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dosen dalam konferensi internasional merupakan salah satu bentuk nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
“Kami mengapresiasi keikutsertaan Dr. Ismail, M.Ag. sebagai pemakalah pada ADIA International Conference 2026. Forum ilmiah seperti ini menjadi sarana penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat jejaring akademik. Kami berharap semakin banyak dosen FUAD yang aktif berkontribusi pada konferensi nasional maupun internasional sehingga mampu meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, dan reputasi akademik fakultas,” ujar Prof. Dr. Suryani, M.Ag.
Melalui partisipasi dalam ADIA International Conference 2026, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan keilmuan, memperkuat budaya akademik, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif yang berkontribusi bagi pengembangan studi keislaman dan kemajuan masyarakat.

Tim Humas FUAD
