Bengkulu, 3 September 2026 — Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan seminar bertema “Menerima Diri dan Mengembangkan Potensi (Self Love dalam Perspektif Islam)” yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Abdurrahman Al Fatih, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00–11.00 WIB tersebut dibuka oleh Dr. Sugeng Sejati, S.Psi., M.M. Seminar diikuti oleh para peserta dari lingkungan Pondok Pesantren Abdurrahman Al Fatih dan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menerima diri, mensyukuri karunia Allah SWT, serta mengembangkan potensi yang dimiliki berdasarkan nilai-nilai Islam.
Dalam pemaparannya, Dr. Nelly Marhayati mengangkat pentingnya memahami konsep self love dalam perspektif Islam. Menurutnya, mencintai diri sendiri bukan berarti mencintai diri secara berlebihan, tetapi bagaimana seseorang mampu menerima dirinya sebagai ciptaan Allah SWT, mensyukuri segala sesuatu yang dimiliki, serta terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Menerima Diri sebagai Ciptaan Allah
Salah satu pesan utama dalam seminar tersebut adalah pentingnya menerima diri. Allah SWT menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Karena itu, manusia tidak seharusnya membenci dirinya sendiri, merasa tidak berharga, atau terus membandingkan dirinya dengan orang lain.
Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Keduanya merupakan bagian dari perjalanan kehidupan yang telah Allah SWT tetapkan. Dengan menerima diri, seseorang dapat membangun kepercayaan diri yang sehat sekaligus memahami bahwa dirinya memiliki nilai dan peran dalam kehidupan.
Bersyukur atas Setiap Karunia
Selain menerima diri, peserta diajak untuk membangun sikap syukur. Setiap kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki merupakan bagian dari rencana Allah SWT.
Rasa syukur tidak hanya diwujudkan dengan menerima apa yang telah diberikan, tetapi juga dengan memanfaatkan nikmat tersebut secara baik. Kelebihan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi potensi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan agama.
Mengenali dan Mengembangkan Potensi
Materi seminar juga menekankan bahwa setiap manusia memiliki potensi dan peran masing-masing. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia diberikan kemampuan yang berbeda-beda sehingga tidak perlu menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran utama keberhasilan dirinya.
Peserta didorong untuk mengenali potensi, minat, dan kemampuan yang dimiliki, kemudian mengembangkannya secara optimal. Proses tersebut membutuhkan keberanian untuk belajar, mencoba, mengevaluasi diri, dan terus memperbaiki kemampuan.
Berkarya Karena Allah, Bukan Validasi
Dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini, pembahasan self love juga dikaitkan dengan fenomena media sosial. Peserta diingatkan agar tidak menjadikan validasi orang lain, jumlah likes, komentar, maupun algoritma media sosial sebagai ukuran nilai diri.
Segala aktivitas dan proses pengembangan diri hendaknya dilakukan karena Allah SWT, bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan dari manusia.
Dengan demikian, self love dalam perspektif Islam dapat dipahami sebagai proses menerima diri, bersyukur, mengenali potensi, mengembangkan kemampuan, dan mengarahkan seluruh ikhtiar kepada Allah SWT.
Kegiatan seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta bahwa mencintai diri bukan berarti memanjakan diri atau mengutamakan diri secara berlebihan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga amanah Allah SWT, mengembangkan potensi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.
Dekan FUAD Berikan Apresiasi
Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Wakil Dekan I dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan dan sivitas akademika FUAD dalam kegiatan edukatif di lingkungan pesantren merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperluas manfaat ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan mendukung keterlibatan Dr. Nelly Marhayati dalam kegiatan seminar ini. Tema tentang menerima diri dan mengembangkan potensi sangat relevan bagi generasi muda, khususnya di tengah tantangan kehidupan dan perkembangan media sosial saat ini,” ungkap Prof. Suryani.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan sinergi antara FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan lembaga pendidikan dan pesantren.
“Semoga kegiatan seperti ini semakin memperkuat sinergi FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan lembaga pendidikan dan pesantren serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Kehadiran sivitas akademika FUAD di berbagai forum edukasi diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan dampak positif bagi generasi muda.

Tim Humas FUAD
