BENGKULU – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berkolaborasi dengan HMPS AFI UIN Sjech M. Djamil Djambek (SMDD) Bukittinggi menyelenggarakan Webinar Seri Filsafat Ketuhanan dengan tema “Filsafat Ketuhanan: Teori Sistem Kosmo Teologi (TSKT)”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh mahasiswa serta peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Webinar menghadirkan narasumber utama Dr. Gigih Saputra, S.Kom.I., M.Ag., dengan Muhammad Zaid Iqbal sebagai pendamping diskusi. Kegiatan ini merupakan sesi pertama dari rangkaian tiga webinar yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai filsafat ketuhanan dalam perspektif filsafat Islam kontemporer.
Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut. Menurutnya, forum ilmiah seperti ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan tradisi akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta memperkuat budaya diskusi yang kritis dan konstruktif.
“Kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi merupakan langkah positif dalam membangun jejaring akademik yang produktif. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran kritis dan inovatif dalam kajian keislaman,” ungkapnya.
Wakil Dekan II FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Ismail, M.Ag., turut memberikan apresiasi kepada HMPS AFI yang telah sukses menyelenggarakan webinar akademik berskala nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa mahasiswa FUAD tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam pengembangan tradisi keilmuan.
“Kegiatan akademik seperti ini sangat penting untuk membangun budaya intelektual di kalangan mahasiswa. Kami mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh HMPS AFI dalam menghadirkan ruang diskusi yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan wawasan keilmuan mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Elvira Purnamasari, M.Ag., memberikan apresiasi kepada HMPS AFI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan HMPS AFI UIN SMDD Bukittinggi atas inisiatif penyelenggaraan webinar berseri tersebut. Ia menilai model pembelajaran yang berkelanjutan akan membantu mahasiswa memahami teori-teori filsafat secara lebih sistematis dan komprehensif.
“Tema filsafat ketuhanan merupakan salah satu kajian fundamental dalam disiplin Aqidah dan Filsafat Islam. Melalui webinar berseri ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengkaji teori secara lebih mendalam, kritis, dan kontekstual sehingga dapat memperkaya perspektif keilmuan mereka,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Gigih Saputra, S.Kom.I., M.Ag., menjelaskan bahwa pembahasan filsafat ketuhanan tidak dapat dilepaskan dari upaya memahami realitas secara menyeluruh. Melalui pendekatan Teori Sistem Kosmo Teologi (TSKT), peserta diajak memahami hubungan antara Tuhan, alam semesta, dan manusia dalam satu kerangka pemikiran yang terintegrasi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait aspek ontologi ketuhanan, relasi antara Tuhan dan alam, serta relevansi Teori Sistem Kosmo Teologi dalam menjawab tantangan pemikiran modern. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kajian filsafat Islam yang mendalam dan kontekstual.
Melalui kegiatan ini, HMPS AFI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan HMPS AFI UIN SMDD Bukittinggi berharap dapat terus menghadirkan forum-forum ilmiah yang mendorong pengembangan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta tradisi intelektual mahasiswa. Sesi kedua dan ketiga direncanakan akan membahas pengembangan serta implikasi lebih lanjut dari Teori Sistem Kosmo Teologi dalam kajian filsafat ketuhanan dan pemikiran Islam kontemporer.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen mahasiswa AFI dalam memperkuat budaya akademik, membangun jejaring keilmuan antarperguruan tinggi, serta menghadirkan ruang dialog intelektual yang relevan dengan perkembangan pemikiran Islam di era modern.

Redaktur: Tim Humas FUAD
