Dr. Ismail, M.Ag. adalah akademisi, peneliti, penulis, dan pengelola perguruan tinggi Islam yang bergerak dalam bidang filsafat Islam, filsafat agama, sejarah agama-agama, pemikiran Islam, hubungan antaragama, peradaban Islam, serta Islam Melayu Nusantara. Ia merupakan akademisi yang berkiprah di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, khususnya pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).
Dalam perjalanan akademiknya, Ismail memiliki pengalaman dalam pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta kepemimpinan akademik. Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan struktural, mulai dari sekretaris program studi, ketua program studi, ketua jurusan, hingga pimpinan pada lingkungan Jurusan Ushuluddin.
Perhatian intelektual Ismail berkembang dari kajian bahasa dan sastra Arab, filsafat dan pemikiran Islam, hingga kajian agama-agama, hubungan antaragama, dan peradaban Islam di kawasan Melayu Nusantara. Dalam perkembangan karya ilmiahnya, perhatian tersebut juga terlihat pada kajian mengenai Islam lokal, masyarakat Lembak dan Rejang, tasawuf, budaya Melayu, filsafat eksistensial, serta perubahan pemikiran keagamaan di era media sosial.
Kehidupan awal
Ismail lahir di Sliyeg, Indramayu, pada 11 Juni 1972. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga dan pendidikan yang memiliki latar belakang keagamaan. Pendidikan awalnya ditempuh di daerah kelahirannya sebelum kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah aliyah dan perguruan tinggi di Yogyakarta.
Pengalaman pendidikan keagamaan sejak tingkat madrasah menjadi salah satu fondasi ketertarikannya terhadap kajian Islam. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Yogyakarta, yang kemudian menjadi salah satu lingkungan penting dalam pembentukan perkembangan intelektual dan aktivitas organisasinya.
Pendidikan
Ismail memulai pendidikan formal di SDN 1 Sliyeg Indramayu dan menyelesaikannya pada 1985. Pendidikan berikutnya ditempuh di MTsN Sliyeg Indramayu dan diselesaikan pada 1988.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di MAN Babakan Ciwaringin Cirebon, pada jurusan A1 (Syari’ah), dan lulus pada 1991.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ismail melanjutkan studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang Adab, Bahasa dan Sastra Arab. Pendidikan sarjananya diselesaikan pada 1998.
Ketertarikannya terhadap kajian agama dan filsafat kemudian mendorongnya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia kembali menempuh pendidikan di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang Agama dan Filsafat/Hubungan Antaragama dan menyelesaikan pendidikan magister pada 2003.
Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang doktoral. Ismail menempuh pendidikan S3 di Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang dengan bidang Peradaban Islam/Islam Melayu Nusantara, yang diselesaikan pada 2018.
Rangkaian pendidikan tersebut memperlihatkan kesinambungan keilmuan antara bahasa dan sastra Arab, agama dan filsafat, hubungan antaragama, serta peradaban Islam dan Islam Melayu Nusantara.
Karier akademik
Karier Ismail di perguruan tinggi Islam berkembang melalui sejumlah posisi akademik dan struktural.
Pada periode 2008–2010, ia dipercaya sebagai Sekretaris Program Studi Filsafat dan Pemikiran Politik Islam (FPPI). Pengalaman tersebut menjadi salah satu tahap awal dalam perjalanan kepemimpinannya di lingkungan perguruan tinggi.
Pada periode 2010–2012, ia kemudian menjabat sebagai Ketua Program Studi Filsafat dan Pemikiran Politik Islam (FPPI).
Selanjutnya, pada periode 2013–2017, Ismail dipercaya menjadi Ketua Jurusan Adab Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu.
Pada 2018, ia tercatat sebagai Ketua Jurusan Ushuluddin Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Bengkulu.
Dalam perjalanan karier akademiknya, Ismail juga memiliki jabatan fungsional sebagai Lektor Kepala dengan pangkat/golongan IV/b sebagaimana tercantum dalam data riwayat akademiknya.
Bidang keilmuan
Bidang keilmuan Ismail berkembang terutama pada kajian:
- filsafat Islam;
- filsafat agama;
- sejarah agama-agama;
- pemikiran Islam;
- hubungan antaragama;
- sejarah dan perkembangan tarekat;
- Islam Melayu Nusantara;
- peradaban Islam;
- agama dan budaya lokal;
- masyarakat Muslim Lembak dan Rejang; serta
- perubahan pemikiran keagamaan dalam konteks masyarakat kontemporer.
Latar belakang pendidikan Adab, Bahasa dan Sastra Arab memberikan dasar bagi kajiannya terhadap khazanah intelektual Islam. Pendidikan magister dalam bidang Agama dan Filsafat serta Hubungan Antaragama memperluas perhatiannya terhadap agama dari perspektif filosofis dan sosial.
Sementara itu, pendidikan doktoral dalam bidang Peradaban Islam dan Islam Melayu Nusantara semakin memperkuat perhatiannya terhadap perkembangan Islam di kawasan Melayu.
Penelitian
Ismail memiliki pengalaman penelitian dalam berbagai tema yang berkaitan dengan agama, filsafat, sejarah, budaya, masyarakat, dan perkembangan Islam di Bengkulu serta kawasan Melayu.
Beberapa penelitian yang tercatat antara lain:
- “Tradisi Embes Apem: Melacak Agama Asli Masyarakat Lebong” (2010).
- “Nilai-Nilai Agama Dalam Ritual Mengundang Benih: Analisis Nilai-Nilai Spiritual Kearifan Lokal Masyarakat Lebong” (2011).
- “Agama-Agama Dalam Kitab al-Milal wa An-Nihal: Analisis Historis Kitab al-Milal wa An-Nihal Karya As-Syahrastani” (2013).
- “Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Antara Ilmu-Ilmu Agama Dengan Ilmu-Ilmu Umum” (2014).
- “Studi Tentang Falsafah Wujudiyah Hamzah Fansuri Dan Pengaruhnya Di Dunia Melayu Nusantara” (2015).
- “Sejarah Tarekat Di Kota Bengkulu Tahun 1985–2015 (Melacak Eksistensi Tarekat Syattariyah)” (2017).
Rangkaian penelitian tersebut menunjukkan perhatian yang konsisten terhadap hubungan antara agama, pemikiran, sejarah, tradisi lokal, dan perkembangan masyarakat Muslim.
Publikasi ilmiah
Selain penelitian, Ismail aktif menghasilkan publikasi ilmiah dalam bentuk artikel jurnal dan buku. Publikasinya memperlihatkan perkembangan kajian dari tema filsafat dan sejarah agama menuju persoalan Islam lokal, budaya Melayu, tasawuf, filsafat eksistensi, serta pemikiran keagamaan di era digital.
Publikasi jurnal
Salah satu publikasi yang tercatat pada 2026 adalah “Malay Civilization of The Lembak Tribe, Bengkulu: Integration of Islam and Local Culture”. Karya tersebut tercatat sebagai jurnal nasional terakreditasi dan masuk dalam kategori BKD sebagai hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi. Rekam publikasi tersebut tercatat melalui SISTER pada 31 Juli 2026.
Karya tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan penelitian Ismail sebelumnya mengenai masyarakat dan tradisi keagamaan di Bengkulu. Fokusnya mengkaji peradaban masyarakat Lembak dalam kaitannya dengan integrasi antara Islam dan budaya lokal.
Pada 30 Mei 2026, tercatat publikasi berjudul “Cultural Genealogy of Sufism in the Rejang Muslim Community: An Anthropological-Historical Study”. Karya ini tercatat sebagai jurnal internasional bereputasi dan dikategorikan dalam BKD sebagai hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi.
Artikel tersebut memperluas perhatian Ismail dari masyarakat Lembak menuju masyarakat Muslim Rejang. Kajian mengenai genealogi kultural tasawuf dengan pendekatan antropologis-historis juga memperlihatkan kesinambungan dengan minat akademiknya terhadap sejarah agama, tradisi keagamaan, dan perkembangan Islam lokal di Bengkulu.
Publikasi berikutnya berjudul “Pergeseran Paradigma Aqidah dan Filsafat Islam dalam Konteks Sosial Media pada Mahasiswa AFI di UIN Fatmawati”, yang tercatat pada 7 April 2026 sebagai jurnal nasional terakreditasi.
Artikel tersebut menunjukkan perluasan kajian Ismail ke persoalan kontemporer, khususnya bagaimana perkembangan media sosial berhubungan dengan perubahan cara pandang mahasiswa terhadap aqidah dan filsafat Islam. Karya ini tetap memiliki hubungan dengan bidang keilmuannya dalam filsafat Islam dan pemikiran keagamaan, tetapi ditempatkan dalam konteks kehidupan digital.
Pada 19 Februari 2026, tercatat pula publikasi berjudul “Eksistensi Diri Perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger” dalam jurnal nasional terakreditasi.
Karya ini memperlihatkan perhatian Ismail terhadap kajian filsafat dengan mempertemukan pemikiran Ibn Thufail, seorang pemikir dalam tradisi filsafat Islam, dengan Martin Heidegger, salah satu filsuf penting dalam tradisi filsafat Barat modern. Kajian tersebut memperlihatkan karakter komparatif dalam pemikiran Ismail, khususnya dalam membaca persoalan eksistensi manusia melalui perspektif Islam dan filsafat Barat.
Dengan demikian, publikasi jurnal Ismail pada 2026 memperlihatkan setidaknya tiga spektrum kajian utama, yaitu Islam dan budaya lokal, tasawuf dan masyarakat Muslim lokal, serta filsafat dan perubahan pemikiran keagamaan dalam masyarakat kontemporer.
Rekapitulasi publikasi jurnal terbaru
| Tahun/Tanggal | Judul | Jenis Publikasi | Kategori BKD |
| 31 Juli 2026 | Malay Civilization of The Lembak Tribe, Bengkulu: Integration of Islam and Local Culture | Jurnal nasional terakreditasi | Hasil penelitian/pemikiran pada jurnal nasional terakreditasi |
| 30 Mei 2026 | Cultural Genealogy of Sufism in the Rejang Muslim Community: An Anthropological-Historical Study | Jurnal internasional bereputasi | Hasil penelitian/pemikiran pada jurnal internasional bereputasi |
| 7 April 2026 | Pergeseran Paradigma Aqidah dan Filsafat Islam dalam Konteks Sosial Media pada Mahasiswa AFI di UIN Fatmawati | Jurnal nasional terakreditasi | Hasil penelitian/pemikiran pada jurnal nasional terakreditasi |
| 19 Februari 2026 | Eksistensi Diri Perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger | Jurnal nasional terakreditasi | Hasil penelitian/pemikiran pada jurnal nasional terakreditasi |
Data yang tersedia tidak mencantumkan informasi quartile jurnal. Oleh karena itu, publikasi tersebut tidak dikategorikan lebih lanjut sebagai Q1, Q2, Q3, atau Q4 tanpa adanya data pendukung mengenai peringkat jurnal.
Publikasi buku
Ismail juga menghasilkan karya dalam bentuk buku. Salah satu karya yang tercatat adalah:
Filsafat Islam (Tokoh dan Pemikirannya)
Pada 2013, Ismail menerbitkan buku Filsafat Islam (Tokoh dan Pemikirannya). Buku tersebut terdiri atas 174 halaman dan diterbitkan melalui kerja sama IPB Press dan IAIN Bengkulu Press.
Buku ini membahas filsafat Islam melalui pemikiran sejumlah tokoh serta gagasan yang berkembang dalam tradisi intelektual Islam.
Filsafat Agama
Pada 2015, ia menerbitkan buku Filsafat Agama melalui PT Penerbit IPB Press. Buku tersebut terdiri atas 172 halaman.
Karya ini berkaitan dengan kajian filsafat agama yang menjadi salah satu bidang penting dalam perjalanan akademiknya.
Sejarah Agama-Agama: Pengantar Studi Agama-Agama
Pada 2017, Ismail menerbitkan buku Sejarah Agama-Agama Pengantar Studi Agama-Agama yang terdiri atas 349 halaman. Buku tersebut diterbitkan melalui kerja sama Pustaka Pelajar dan IAIN Bengkulu Press.
Karya tersebut memperlihatkan perhatian Ismail terhadap agama sebagai objek kajian sejarah dan akademik.
Genealogi Islam Rejang (Pendidikan Teologi, Fikih dan Tasawuf)
Selain buku-buku tersebut, pada 2 Desember 2025 tercatat karya berjudul Genealogi Islam Rejang (Pendidikan Teologi, Fikih dan Tasawuf) dalam sistem SISTER.
Dalam data BKD, karya tersebut masuk dalam kategori mengedit atau menyunting karya ilmiah dalam bentuk buku yang diterbitkan dan ber-ISBN. Dengan demikian, berdasarkan data yang tersedia, peran yang tercatat dalam BKD untuk karya ini adalah sebagai editor/penyunting, bukan secara otomatis sebagai penulis tunggal.
Tema buku ini memiliki hubungan erat dengan perkembangan kajian Ismail mengenai Islam lokal dan masyarakat Muslim di Bengkulu, terutama dari perspektif teologi, fikih, dan tasawuf.
Perkembangan tema intelektual
Jika dilihat berdasarkan perjalanan publikasi dan penelitian, tema akademik Ismail mengalami perkembangan yang cukup luas namun tetap memiliki kesinambungan.
Pada periode awal, perhatian akademiknya banyak diarahkan kepada filsafat Islam, filsafat agama, sejarah agama-agama, dan pemikiran tokoh Islam. Hal tersebut terlihat dari buku Filsafat Islam (Tokoh dan Pemikirannya), Filsafat Agama, serta Sejarah Agama-Agama.
Perhatian berikutnya berkembang ke kajian Islam Melayu Nusantara, Hamzah Fansuri, tarekat, dan tradisi keagamaan masyarakat Bengkulu.
Dalam publikasi terbarunya, fokus tersebut semakin spesifik pada masyarakat Lembak dan Rejang, serta hubungan antara Islam dengan budaya lokal. Pada saat yang sama, ia juga mengembangkan kajian filsafat ke persoalan kontemporer melalui penelitian mengenai aqidah, filsafat Islam, dan media sosial.
Dengan demikian, perkembangan karya ilmiah Ismail menunjukkan hubungan antara filsafat, sejarah agama, Islam lokal, budaya masyarakat, tasawuf, dan dinamika kehidupan keagamaan kontemporer.
Pengabdian kepada masyarakat
Selain kegiatan penelitian dan publikasi, Ismail memiliki pengalaman dalam pengabdian kepada masyarakat.
Pada 2014, ia melaksanakan kegiatan “Pembinaan Khatib dan Imam Shalat Jum’at di Masjid Baitul Jannah Sawah Lebar Kota Bengkulu” dengan sumber dana dari IAIN Bengkulu.
Pada 2017, ia melaksanakan kegiatan “Pengenalan Bahasa Arab Bagi Anak Usia Sekolah Dasar di Dusun Arau Bintang Desa Riak Siabun Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Bengkulu”.
Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan Ismail dalam pengembangan kapasitas keagamaan masyarakat sekaligus pendidikan keislaman di tingkat masyarakat.
Organisasi sejak masa mahasiswa
Aktivitas organisasi Ismail telah dimulai sejak masa mahasiswa di Yogyakarta. Pada periode 1993–1997, ia aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada periode 1994–1996, ia aktif dalam Senat Mahasiswa Jurusan Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada periode 1993–1998, ia aktif dalam Korp Dakwah Mahasiswa (KODAMA) PP. Krapyak Yogyakarta. Ia juga pernah menjadi bagian dari Sanggar “NUN” Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1995–1996.
Dalam lingkungan pesantren, ia pernah menjadi Pengurus Pondok Pesantren Ali Maksum, Yayasan Ali Maksum PP. Krapyak Yogyakarta pada 1997–1998.
Ia juga tercatat aktif dalam sejumlah organisasi yang berkaitan dengan komunitas santri dan mahasiswa, termasuk Keluarga Santri Se-Wilayah III Cirebon PP. Krapyak Yogyakarta serta Keluarga Pelajar Mahasiswa Indramayu (KAPMI) Jawa Barat.
Aktivitas keagamaan
Setelah menyelesaikan pendidikan, aktivitas keagamaan Ismail terus berkembang. Pada periode 2001–2007, ia aktif pada Lembaga Dakwah Islamiyah Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta.
Di Bengkulu, ia kemudian aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia tercatat sebagai Pengurus NU Wilayah Provinsi Bengkulu pada 2010–2014 dan kemudian sebagai Pengurus NU Kota Bengkulu pada periode berikutnya.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan sosial-keagamaan Ismail yang berjalan berdampingan dengan aktivitasnya sebagai dosen dan peneliti.
Kontribusi akademik
Kiprah akademik Ismail dapat dilihat melalui empat bidang utama, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang penelitian dan publikasi, ia memberikan perhatian terhadap hubungan agama dengan sejarah, filsafat, budaya, masyarakat, dan perubahan sosial. Penelitian mengenai masyarakat Lebong, Hamzah Fansuri, tarekat Syattariyah, masyarakat Lembak, masyarakat Rejang, serta perkembangan pemikiran keagamaan di media sosial menunjukkan keluasan sekaligus kesinambungan tema tersebut.
Publikasi tahun 2025–2026 juga memperlihatkan bahwa kajiannya terus berkembang. Buku Genealogi Islam Rejang (Pendidikan Teologi, Fikih dan Tasawuf) memperkuat perhatian terhadap Islam lokal, sementara artikel mengenai masyarakat Lembak dan Rejang memperluas kajian Islam dan budaya lokal ke ranah publikasi jurnal. Di sisi lain, artikel mengenai Ibn Thufail dan Martin Heidegger serta aqidah dan filsafat Islam dalam konteks media sosial menunjukkan keberlanjutan kajian filosofisnya.
Ringkasan perjalanan akademik
| Tahun | Peristiwa |
| 1985 | Menyelesaikan pendidikan SD |
| 1988 | Menyelesaikan pendidikan MTs |
| 1991 | Menyelesaikan pendidikan MAN Babakan Ciwaringin Cirebon |
| 1998 | Menyelesaikan S1 Adab, Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
| 2003 | Menyelesaikan S2 Agama dan Filsafat/Hubungan Antaragama di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta |
| 2008–2010 | Sekretaris Program Studi FPPI |
| 2010–2012 | Ketua Program Studi FPPI |
| 2013–2017 | Ketua Jurusan Adab FUAD IAIN Bengkulu |
| 2018 | Menyelesaikan S3 Peradaban Islam/Islam Melayu Nusantara di UIN Raden Fatah Palembang |
| 2018 | Ketua Jurusan Ushuluddin FUAD IAIN Bengkulu |
| 2025 | Tercatat sebagai editor/penyunting buku Genealogi Islam Rejang |
| 19 Februari 2026 | Publikasi Eksistensi Diri Perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger |
| 7 April 2026 | Publikasi Pergeseran Paradigma Aqidah dan Filsafat Islam dalam Konteks Sosial Media… |
| 30 Mei 2026 | Publikasi Cultural Genealogy of Sufism in the Rejang Muslim Community… sebagai jurnal internasional bereputasi |
| 31 Juli 2026 | Publikasi Malay Civilization of The Lembak Tribe, Bengkulu… sebagai jurnal nasional terakreditasi |
Karya utama
Buku
- Filsafat Islam (Tokoh dan Pemikirannya), 2013.
- Filsafat Agama, 2015.
- Sejarah Agama-Agama: Pengantar Studi Agama-Agama, 2017.
- Genealogi Islam Rejang (Pendidikan Teologi, Fikih dan Tasawuf), tercatat dalam SISTER pada 2025 sebagai karya yang diedit/disunting dan diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN.
Artikel jurnal terbaru
- Malay Civilization of The Lembak Tribe, Bengkulu: Integration of Islam and Local Culture, 2026.
- Cultural Genealogy of Sufism in the Rejang Muslim Community: An Anthropological-Historical Study, 2026.
- Pergeseran Paradigma Aqidah dan Filsafat Islam dalam Konteks Sosial Media pada Mahasiswa AFI di UIN Fatmawati, 2026.
- Eksistensi Diri Perspektif Ibn Thufail dan Martin Heidegger, 2026.
Artikel ilmiah sebelumnya
- “Pemikiran Islam Dalam Perspektif Sejarah”.
- “Islam dan Hubungan Antar Umat Beragama”.
- “Pemikiran Syahrastani Tentang Agama-Agama dalam Kitab al-Milal wa An-Nihal”.
- “Peradaban Progresif: Membaca ‘Aql Dialog Maryam Ait Ahmad”.
- “Historisitas dan Normativitas Hubungan Antar Agama”.
Penelitian
- “Tradisi Embes Apem: Melacak Agama Asli Masyarakat Lebong”.
- “Nilai-Nilai Agama Dalam Ritual Mengundang Benih: Analisis Nilai-Nilai Spiritual Kearifan Lokal Masyarakat Lebong”.
- “Agama-Agama Dalam Kitab al-Milal wa An-Nihal”.
- “Integrasi-Interkoneksi Keilmuan Antara Ilmu-Ilmu Agama Dengan Ilmu-Ilmu Umum”.
- “Studi Tentang Falsafah Wujudiyah Hamzah Fansuri Dan Pengaruhnya Di Dunia Melayu Nusantara”.
- “Sejarah Tarekat Di Kota Bengkulu Tahun 1985–2015 (Melacak Eksistensi Tarekat Syattariyah)”.
Lihat pula
- UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
- Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah
- Filsafat Islam
- Filsafat agama
- Sejarah agama-agama
- Islam Melayu Nusantara
- Masyarakat Lembak
- Masyarakat Rejang
- Tasawuf
- Nahdlatul Ulama
Catatan
Data publikasi terbaru di atas disusun berdasarkan rekaman yang diberikan, termasuk informasi mengenai jenis publikasi, sumber rekaman SISTER/SINTA, kategori BKD, dan tanggal yang tercantum. Informasi quartile jurnal tidak dicantumkan karena tidak terdapat pada data yang tersedia. Khusus karya Genealogi Islam Rejang, data BKD menunjukkan kategori mengedit/menyunting karya ilmiah dalam bentuk buku ber-ISBN, sehingga peran sebagai editor/penyunting dipertahankan sebagaimana tercatat dalam data.
Redaktur: By Imam Mubarok (Humas FUAD)
