You are currently viewing Seminar Nasional Ilmu Dakwah UINFAS Bengkulu Angkat Isu Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital

Seminar Nasional Ilmu Dakwah UINFAS Bengkulu Angkat Isu Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital

Bengkulu — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Dakwah pada Jumat, 25 April 2026, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) UINFAS Bengkulu.

Mengusung tema “Digital Well Being: Navigasi Kesehatan Mental Gen Z”, kegiatan ini menjadi ruang akademik sekaligus reflektif untuk membahas tantangan kesehatan mental generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya. Narasumber laki-laki merupakan akademisi dari IAIN Kerinci, sementara narasumber perempuan adalah seorang konselor profesional yang telah berpengalaman dalam pendampingan kesehatan mental. Keduanya menyampaikan perspektif yang saling melengkapi antara pendekatan akademik dan praktik langsung di lapangan.

Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan Gen Z akibat penggunaan media digital yang tidak terkontrol. Tekanan sosial, kecanduan media sosial, hingga krisis identitas menjadi beberapa isu utama yang dibahas secara mendalam.

Ketua panitia, Yelli Agustin, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kesehatan mental. Ia juga berharap kegiatan ini mampu membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam mengelola emosi dan membangun kesadaran diri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kaprodi Bimbingan dan Konseling Islam, Dr. Muhammad Nikman Naser, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya seminar. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran dakwah dalam merespons isu-isu kontemporer, termasuk kesehatan mental di era digital.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga tips praktis dalam menjaga kesehatan mental di tengah kehidupan digital yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental serta menjadi agen dakwah yang responsif terhadap kebutuhan zaman.

Redaktur: Tim Humas FUAD