You are currently viewing Tak Sekadar Teori, Prodi AFI UIN FAS Bengkulu Bekali Mahasiswa Cara Membangun Portofolio Sejak Kuliah

Tak Sekadar Teori, Prodi AFI UIN FAS Bengkulu Bekali Mahasiswa Cara Membangun Portofolio Sejak Kuliah

Bengkulu, 23 April 2026 – Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menggelar Workshop Orientasi Karier bagi mahasiswa S1, Kamis (23/4/2026). Bertempat di Gedung Aula FUAD, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Prof. Dr. Suryani, M.Ag., serta Ketua Prodi AFI, Elvira Purnamasari, M.Ag., beserta segenap dosen dan mahasiswa Prodi AFI.

Workshop ini lahir dari keprihatinan atas realitas bahwa banyak mahasiswa filsafat mengalami kebingungan arah setelah lulus. Menurut panitia pelaksana, kebingungan tersebut bukan disebabkan oleh sempitnya peluang kerja, melainkan karena lemahnya pemetaan diri dan perencanaan karier yang matang.

“Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya perencanaan karier sejak dini,” ujar Kaprodi AFI, Elvira Purnamasari, M.Ag., dalam sambutannya.

Hadir sebagai narasumber utama, Mufti Makarimal Ahlaq, seorang akademisi sekaligus praktisi dengan latar belakang filsafat politik Islam. Pengalaman profesionalnya sangat luas, mulai dari menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden RI, konsultan untuk lembaga internasional seperti UNDP dan IOM, hingga aktif dalam berbagai forum global tentang demokrasi, HAM, dan reformasi sektor keamanan.

Dalam pemaparannya, Mufti menegaskan perbedaan fundamental antara karier dan sekadar pekerjaan. “Karier adalah arah hidup jangka panjang yang membutuhkan visi, strategi, dan proses pengembangan diri berkelanjutan. Bukan sekadar mencari nafkah harian,” jelasnya.

Ia mendorong mahasiswa filsafat untuk tidak hanya berkutat pada teori, tetapi mampu mentransformasikan ilmu filsafat menjadi keterampilan praktis (transferable skills) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui pendekatan reflektif, mahasiswa diajak mengenali potensi diri, merumuskan impian, dan menyusun langkah konkret. Konsep milestone diperkenalkan sebagai alat untuk memetakan perjalanan hidup secara sistematis.

Lebih lanjut, Mufti memaparkan bahwa lulusan filsafat memiliki peluang luas di berbagai bidang, seperti akademik, media, kebijakan publik, bisnis, hingga teknologi. “Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan menentukan niche atau spesialisasi, serta menyusun portofolio yang kuat sejak masa kuliah,” tegasnya.

Dekan FUAD, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. “Kami ingin mahasiswa filsafat tidak hanya adaptif secara profesional, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam membangun peradaban yang bermakna. Karier bukanlah sesuatu yang ditemukan secara kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang dirancang dengan sadar dan terarah,” tuturnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Ahmad Rizki (semester 6), mengaku mendapatkan perspektif baru. “Selama ini saya khawatir jadi pengangguran setelah lulus filsafat. Ternyata peluangnya besar asal kita punya perencanaan dan mau mengasah skill sejak sekarang,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Prodi AFI UIN FAS Bengkulu berharap lulusannya kelak tidak hanya menjadi individu yang mampu bertahan di dunia kerja, tetapi juga agen perubahan yang mampu membangun peradaban berbasis nilai-nilai filosofis.

Redaktur : Tim Humas FUAD