You are currently viewing FUAD Gelar Pelatihan Dai Kreatif dan Inovatif di Era Digital

FUAD Gelar Pelatihan Dai Kreatif dan Inovatif di Era Digital

Bengkulu – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu bekerja sama dengan IMAKIP FUAD menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Membentuk Dai Kreatif dan Inovatif di Era Digital”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menegaskan bahwa dakwah pada era digital memerlukan pendekatan yang kreatif dan inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utamanya.

“Mahasiswa FUAD harus mampu menjadi dai yang tidak hanya memahami ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memiliki kreativitas dan inovasi dalam menyampaikan pesan dakwah. Di era digital ini, media sosial dan teknologi informasi menjadi sarana strategis untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, rahmatan lil ‘alamin, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Prof. Suryani berharap kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan masyarakat.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., Wakil Dekan III FUAD, yang membahas strategi membangun dakwah kreatif dan inovatif di tengah perkembangan media digital. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, literasi digital, serta kreativitas dalam mengemas pesan-pesan keislaman.

“Dakwah tidak lagi hanya dilakukan di mimbar-mimbar masjid. Saat ini, ruang dakwah telah meluas ke berbagai platform digital. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan public speaking, literasi digital, dan kreativitas dalam mengemas pesan-pesan keagamaan agar lebih mudah diterima oleh generasi muda,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor dakwah digital karena dekat dengan perkembangan teknologi dan tren komunikasi masa kini. Oleh sebab itu, generasi muda perlu memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan mencerahkan.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diwarnai diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Berbagai pertanyaan terkait strategi dakwah digital, pengelolaan media sosial, hingga teknik membangun konten yang menarik dan berdampak positif menjadi bagian penting dalam sesi diskusi.

Melalui pelatihan ini, FUAD berharap dapat melahirkan generasi dai muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi pelopor dakwah yang membawa nilai-nilai Islam yang damai dan mencerahkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen FUAD dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi komunikator dakwah yang relevan dengan kebutuhan era digital.

Redaktur: Tim Humas FUAD UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu