Bengkulu – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar Kegiatan Pendampingan Pembukaan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi (IPSI) pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis fakultas dalam mempersiapkan pembukaan program studi baru yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.
Kegiatan yang menghadirkan Rahmi, S.Hum., M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber ini diikuti oleh pimpinan fakultas, tim penyusun proposal, serta sivitas akademika FUAD. Turut hadir Dekan FUAD Prof. Dr. Suryani, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Nelly Marhayati, M.Si., Wakil Dekan II Dr. Ismail, M.Ag., Wakil Dekan III Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., Kabag Umum Mamah Rohmah, S.E., M.M., beserta tim pengusul pembukaan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi.
Kegiatan pendampingan difokuskan pada pembahasan berbagai aspek penting dalam penyusunan dokumen usulan pembukaan program studi, mulai dari analisis kebutuhan, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), profil lulusan, capaian pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga pemenuhan persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi merupakan bagian dari visi fakultas untuk terus mengembangkan program studi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
“Pembukaan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi merupakan langkah strategis dalam pengembangan akademik FUAD. Kami ingin menghadirkan program studi yang mampu melahirkan lulusan yang kompeten dalam bidang pengelolaan informasi, literasi digital, dan teknologi perpustakaan. Melalui kegiatan pendampingan ini, kami berharap seluruh dokumen usulan dapat disusun secara komprehensif sehingga memenuhi standar yang ditetapkan dan siap diajukan untuk memperoleh izin pembukaan program studi,” ujar Prof. Suryani.
Sementara itu, Wakil Dekan I FUAD, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., menekankan pentingnya kesiapan akademik sebagai fondasi utama dalam pembukaan program studi baru.
“Setiap program studi yang akan dibuka harus memiliki perencanaan akademik yang matang. Mulai dari kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, kompetensi dosen, hingga sistem penjaminan mutu harus dipersiapkan secara optimal. Pendampingan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menyempurnakan seluruh dokumen akademik sebelum diajukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Dekan II FUAD, Dr. Ismail, M.Ag., menyampaikan bahwa keberhasilan pembukaan program studi juga ditentukan oleh kesiapan tata kelola kelembagaan serta dukungan sarana dan prasarana.
“Pembukaan program studi baru membutuhkan sinergi dari seluruh unsur fakultas. Selain aspek akademik, dukungan administrasi, tata kelola, pembiayaan, serta fasilitas pendukung harus dipersiapkan dengan baik agar program studi dapat berjalan secara optimal sejak awal berdiri. Fakultas berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap proses tersebut,” ungkap Dr. Ismail.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., menilai bahwa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi memiliki prospek yang sangat baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga profesional di bidang informasi dan literasi digital.
“Kami optimistis kehadiran Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi akan memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai institusi, baik perpustakaan, lembaga arsip, instansi pemerintah, maupun sektor industri informasi. Program studi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Dr. Wira Hadi Kusuma.
Selama kegiatan berlangsung, narasumber memberikan pendampingan secara komprehensif terhadap tim penyusun proposal pembukaan program studi. Berbagai masukan diberikan terkait penyusunan dokumen akademik, kelengkapan persyaratan administratif, strategi pengembangan kurikulum, hingga kesiapan sumber daya yang menjadi indikator penting dalam proses pengajuan program studi baru.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan semangat kolaboratif antara narasumber, pimpinan fakultas, dan tim pengusul. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menyempurnakan dokumen usulan sehingga memenuhi standar penilaian yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan pendampingan ini, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Kehadiran Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran FUAD sebagai fakultas yang mampu melahirkan lulusan berkualitas dan berdaya saing di era transformasi digital.

Tim Humas FUAD
