Bengkulu, 14 Oktober 2026 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Alam Bengkulu Mahira (SAB Mahira), Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam Seminar Hasil Live In siswa Sekolah Menengah Alam Bengkulu Mahira (SM 4, 5, dan 6) yang berlangsung di Aula Lantai 2 SAB Mahira.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Prodi BKI dan SAB Mahira sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan keilmuan bimbingan dan konseling Islam dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Dalam kegiatan ini, Dilla Astarini, M.Pd., bertugas sebagai Penguji I, Multi Aulinda, S.Pd., Gr., sebagai Penguji II, serta Yulanda, mahasiswa Prodi BKI, berperan sebagai penguji pendamping. Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung praktik pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Seminar Hasil Live In memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan pengalaman, merefleksikan proses pembelajaran, serta mengungkapkan nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan Live In. Melalui proses tersebut, siswa didorong untuk mengenali potensi diri, memahami tantangan, serta mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan kepedulian sosial.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman bermakna tentang keberagaman, penerimaan, dan penghargaan terhadap potensi setiap anak. Para siswa yang mengikuti kegiatan terdiri atas anak reguler dan anak berkebutuhan khusus (ABK), sehingga seminar ini menjadi ruang pembelajaran bersama yang menegaskan pentingnya pendidikan inklusif.
Melalui presentasi dan refleksi yang disampaikan, para siswa menunjukkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, dan cara tersendiri dalam berkembang. Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa peserta didik tidak semata-mata dinilai berdasarkan perbedaan atau keterbatasan yang dimiliki, tetapi juga melalui potensi, usaha, dan kemampuan yang mereka tunjukkan.
Bagi para penguji, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, penerimaan, dan penghargaan terhadap proses perkembangan setiap individu. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, menyampaikan pengalaman, didengarkan, serta dihargai keunikannya.
Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan keterlibatan Prodi BKI dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SAB Mahira. Menurutnya, kegiatan kolaboratif semacam ini merupakan langkah positif dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, sekaligus mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik pendidikan yang nyata.
Dekan juga mengapresiasi komitmen Prodi BKI dalam mendukung pendidikan inklusif yang menghargai keberagaman dan potensi setiap peserta didik. Ia berharap kerja sama antara Prodi BKI dan SAB Mahira dapat terus dikembangkan melalui berbagai program edukatif dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan Prodi BKI yang mendorong pengembangan praktik bimbingan dan konseling secara inklusif dan humanis. Pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan pemberian kesempatan belajar bagi anak dengan kebutuhan yang beragam, tetapi juga mencakup upaya membangun lingkungan yang menghargai perbedaan, mengenali potensi individu, dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Melalui kolaborasi tersebut, Prodi BKI dan SAB Mahira diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan kegiatan pendidikan dan pengabdian yang berdampak nyata. Kerja sama ini sekaligus menjadi ruang pengembangan praktik bimbingan dan konseling yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, terutama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah bagi setiap anak.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil pembelajaran, tetapi juga kesempatan bagi para pendidik dan penguji untuk memahami kembali makna keberagaman dalam dunia pendidikan. Pendidikan bukan tentang menyeragamkan kemampuan, melainkan tentang menghadirkan kesempatan agar setiap individu dapat tumbuh, berkembang, dan dihargai sesuai potensinya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Prodi BKI FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan keilmuan dan praktik bimbingan dan konseling yang inklusif, humanis, serta menjunjung tinggi martabat dan potensi setiap individu.
Tim Humas FUAD
