Bandar Lampung, 5 Agustus 2026 – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Triyani Pujiastuti, S.Sos.I., MA.Si., turut memperkuat jejaring akademik melalui kegiatan Visiting Lecturer di Fakultas Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung, Rabu (5/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Triyani Pujiastuti menyampaikan materi bertajuk “Strategi Dakwah Persuasif & Realitas Keagamaan Komunitas Marginal: Studi Kasus Komunitas Waria di Provinsi Bengkulu.” Materi tersebut mengangkat hasil kajian mengenai realitas kehidupan keagamaan komunitas marginal serta pentingnya pendekatan dakwah yang persuasif, humanis, dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan sasaran dakwah.
Kegiatan Visiting Lecturer diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Raden Intan Lampung. Forum tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai keterkaitan antara dakwah, konseling, psikologi, dan realitas sosial-keagamaan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dr. Triyani menjelaskan bahwa dakwah kepada komunitas marginal membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi psikologis, sosial, pengalaman hidup, serta kebutuhan keagamaan individu maupun komunitas.
Menurutnya, seorang da’i maupun konselor Islam perlu membangun komunikasi yang empatik dan dialogis agar pesan keagamaan dapat disampaikan secara efektif dengan tetap menghormati martabat manusia.
“Dakwah persuasif tidak cukup hanya berbicara tentang apa yang harus disampaikan, tetapi juga bagaimana memahami orang yang menjadi sasaran dakwah. Pendekatan yang empatik, humanis, tidak menghakimi, dan menghargai individu menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi keagamaan dengan komunitas marginal,” jelas Dr. Triyani.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa realitas keagamaan komunitas marginal merupakan fenomena yang kompleks. Persoalan keberagamaan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan penerimaan sosial, lingkungan keluarga, pendidikan, kondisi ekonomi, pengalaman keberagamaan, serta relasi individu dengan lingkungan masyarakat.
Karena itu, strategi dakwah dan pendampingan perlu dirancang berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata sasaran, bukan semata-mata berdasarkan asumsi dari pihak yang memberikan pendampingan atau menyampaikan pesan keagamaan.
Perspektif tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan mendampingi individu maupun kelompok dengan latar belakang serta persoalan yang beragam. Dalam konteks tersebut, pendekatan dakwah persuasif dapat menjadi salah satu perspektif pendukung dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai dakwah persuasif, tetapi juga diajak untuk melihat berbagai tantangan ketika aktivitas dakwah dan pendampingan keagamaan berhadapan langsung dengan realitas kehidupan kelompok marginal.
Diskusi antara narasumber dan mahasiswa menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif dakwah, komunikasi, psikologi, dan Bimbingan dan Konseling Islam dalam memahami fenomena sosial-keagamaan secara lebih komprehensif.
Bagi Prodi BKI FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, keterlibatan dosen dalam Visiting Lecturer antarkampus menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama antarlembaga.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi dosen FUAD untuk mendiseminasikan hasil kajian dan pengalaman akademiknya kepada mahasiswa di perguruan tinggi lain. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada ruang akademik dan publikasi, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran dan diskusi yang memberikan manfaat lebih luas.
Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berharap hubungan akademik dengan UIN Raden Intan Lampung semakin kuat, khususnya dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam, dakwah, psikologi, serta kajian sosial-keagamaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, seminar, dan berbagai kegiatan akademik lainnya.

Tim Humas FUAD
