Bengkulu, 10 September 2026 — Upaya membangun budaya akademik yang aktif dan berbasis sumber belajar terus dilakukan di lingkungan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Salah satunya melalui kegiatan perkuliahan mata kuliah Sejarah Dakwah Islam yang dilaksanakan di Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 09.10 WIB tersebut diikuti oleh 26 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) FUAD. Perkuliahan yang diampu oleh Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I. ini membahas sejarah perkembangan dakwah Islam, khususnya pada masa Khulafaur Rasyidin.
Pelaksanaan perkuliahan di perpustakaan menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya menerima materi melalui penjelasan dosen, tetapi juga diarahkan untuk memanfaatkan berbagai sumber literatur yang tersedia sebagai bahan pengayaan dan pendalaman materi.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I. menekankan bahwa pemanfaatan perpustakaan seharusnya menjadi bagian dari budaya akademik yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi merupakan salah satu pusat sumber belajar yang memiliki peran penting dalam menunjang kualitas pembelajaran dan pengembangan wawasan keilmuan mahasiswa.
“Mahasiswa perlu dibiasakan menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari aktivitas akademik. Fasilitas yang sudah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkaya referensi dan memperdalam pemahaman terhadap materi perkuliahan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang telah terakreditasi Unggul. Menurutnya, capaian tersebut merupakan modal penting yang perlu diikuti dengan peningkatan intensitas pemanfaatan perpustakaan oleh sivitas akademika.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama proses pembelajaran berlangsung. Suasana perpustakaan yang tenang dan didukung ketersediaan berbagai sumber referensi membuat mahasiswa lebih leluasa dalam mengikuti pembelajaran dan menggali informasi terkait sejarah dakwah Islam.
Salah seorang mahasiswa, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa pembelajaran di perpustakaan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan perkuliahan di ruang kelas.
“Saya merasa lebih mudah memahami materi sejarah dakwah karena suasana belajar yang tenang dan fasilitas yang lengkap di perpustakaan ini,” ujarnya.
Mahasiswa juga menilai bahwa kegiatan tersebut memberikan motivasi untuk lebih aktif memanfaatkan fasilitas akademik yang telah disediakan oleh kampus. Mereka berharap kegiatan pembelajaran serupa dapat dilaksanakan secara rutin, khususnya untuk mata kuliah yang membutuhkan penguatan referensi dan literatur.
Dekan FUAD Dorong Penguatan Budaya Akademik
Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., mendapat apresiasi atas dukungan dan komitmennya dalam mendorong terciptanya budaya akademik yang semakin kuat di lingkungan fakultas.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat tersebut. Dukungan terhadap aktivitas akademik yang inovatif dan pemanfaatan fasilitas kampus diharapkan dapat terus berkembang sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, tidak terbatas pada ruang kelas.
FUAD terus mendorong agar dosen dan mahasiswa dapat mengoptimalkan berbagai fasilitas yang tersedia sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pembelajaran. Perpustakaan, laboratorium, ruang publik akademik, maupun berbagai sumber belajar lainnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan berbasis literatur.
Kegiatan perkuliahan Sejarah Dakwah Islam di Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menjadi contoh sederhana namun penting dalam membangun budaya akademik yang literat, aktif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa BKI tidak hanya diharapkan memahami sejarah perkembangan dakwah Islam, tetapi juga memiliki kebiasaan akademik dalam mencari, membaca, mengkaji, dan menggunakan sumber referensi secara kritis. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon konselor, pendidik, dan insan dakwah yang memiliki wawasan keislaman dan akademik yang kuat.

Tim Humas FUAD
