Palembang – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut berpartisipasi dalam Kongres Nasional Forum Komunikasi Nasional Komisi Penyiaran Indonesia (FORKOMNAS KPI) yang resmi dibuka pada Jumat, 26 Juni 2026, di Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan jajaran Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dari berbagai provinsi untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen dalam memajukan dunia penyiaran nasional.
Kongres diawali dengan sambutan Koordinator FORKOMNAS KPI Wilayah IV, Nur Mahmudi, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga KPI daerah dalam menghadapi tantangan penyiaran di era digital. Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan untuk menjaga kualitas penyiaran yang sehat, informatif, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan berbagai gagasan, rekomendasi, dan langkah strategis dalam memperkuat peran KPI sebagai lembaga pengawas penyiaran di Indonesia.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa FUAD dalam forum nasional tersebut. Menurutnya, partisipasi mahasiswa pada kegiatan berskala nasional merupakan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring profesional.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam Kongres Nasional FORKOMNAS KPI menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menambah wawasan mengenai dinamika dunia penyiaran nasional, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para praktisi dan pemangku kebijakan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri media dan penyiaran,” ujar Prof. Suryani.
Sementara itu, Wakil Dekan III FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum nasional merupakan bagian dari penguatan kompetensi nonakademik dan pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
“FUAD terus mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah, organisasi, dan forum nasional. Melalui partisipasi seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun jejaring, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan yang akan menjadi bekal penting di dunia profesional,” ungkapnya.
Selama kongres berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi mengenai isu-isu aktual dunia penyiaran, berbagi pengalaman antardaerah, serta membahas berbagai program dan kebijakan yang mendukung penguatan kelembagaan KPI di tingkat nasional maupun daerah. Forum ini juga menjadi sarana bertukar gagasan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital di bidang penyiaran.
Melalui keikutsertaan dalam Kongres Nasional FORKOMNAS KPI, diharapkan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta berkontribusi dalam mewujudkan ekosistem penyiaran Indonesia yang berkualitas, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tim Humas FUAD
