Prof. Dr. Suryani, M.Ag.
Prof. Dr. Suryani, M.Ag. (lahir di Lubuk Tampang Kikim, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 10 Januari 1969) adalah akademisi Indonesia, Guru Besar, serta Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang studi hadis, hukum keluarga Islam, dan kajian keislaman yang memiliki kiprah panjang dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, pengelolaan perguruan tinggi, serta berbagai kegiatan profesional di tingkat nasional. Selain aktif sebagai dosen dan peneliti, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan strategis, termasuk proses seleksi kelembagaan penyelenggara pemilu di Provinsi Bengkulu.
Perjalanan akademik Prof. Suryani memperlihatkan konsistensinya dalam mengembangkan keilmuan Islam, khususnya pada bidang hadis dan hukum keluarga Islam. Selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, ia telah menduduki berbagai jabatan akademik dan struktural, mulai dari ketua program studi, wakil dekan, sekretaris senat universitas, hingga dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Di samping menjalankan tugas kepemimpinan, ia juga aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah berupa buku, artikel pada jurnal nasional terakreditasi, hingga jurnal internasional bereputasi.
Kehidupan Awal
Prof. Dr. Suryani dengan Nomor Induk Pegawai (NIP. 196901101996032002), lahir di Lubuk Tampang Kikim, Kabupaten Lahat, pada 10 Januari 1969. Sejak usia dini, ia menempuh pendidikan dalam lingkungan yang menekankan pembinaan keagamaan. Pendidikan dasar ditempuh di Pondok Pesantren Nurul Islam Sri Bandung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan diselesaikan pada tahun 1983. Pengalaman belajar di lingkungan pesantren tersebut menjadi fondasi awal yang membentuk minatnya terhadap ilmu-ilmu keislaman.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Palembang dan lulus pada tahun 1985. Pendidikan menengah atas kemudian ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang, yang diselesaikan pada tahun 1988. Selama masa pendidikan dasar hingga menengah, Prof. Suryani menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap kajian bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama Islam, yang kemudian menjadi landasan bagi perjalanan akademiknya pada jenjang pendidikan tinggi.
Pendidikan Tinggi
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Prof. Suryani melanjutkan studi sarjana pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang dengan memilih Jurusan Bahasa Arab. Pendidikan strata satu (S-1) tersebut diselesaikan pada tahun 1994. Pemilihan bidang Bahasa Arab menjadi dasar penting dalam pengembangan kompetensinya dalam memahami literatur klasik Islam, khususnya sumber-sumber hadis dan fikih.
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan strata dua (S-2) di IAIN Alauddin Ujung Pandang (UIN Alauddin Makasar). Berdasarkan data curriculum vitae, program magister tersebut berada pada bidang kajian ilmu agama Islam dengan konsentrasi Tafsir Hadis, dan diselesaikan pada tahun 1996. Pendidikan magister ini semakin memperkuat kompetensi akademiknya dalam bidang hadis yang kemudian menjadi salah satu fokus utama penelitian dan pengajarannya.
Pada jenjang doktoral, Prof. Suryani melanjutkan pendidikan di UIN Raden Intan Lampung pada Program Studi Hukum Keluarga Islam dengan konsentrasi Hadis Hukum Keluarga. Berdasarkan data yang tercantum dalam curriculum vitae, pendidikan doktor tersebut diselesaikan pada tahun 2018. Fokus kajian yang ditempuh pada jenjang doktor menunjukkan kesinambungan pengembangan keilmuan yang memadukan studi hadis dengan hukum keluarga Islam sebagai bidang kepakaran akademiknya.
Awal Karier Akademik
Karier Prof. Suryani sebagai aparatur sipil negara dimulai ketika diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1 Maret 1996. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1 Februari 1998, ia resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat Penata Muda. Perjalanan jabatan fungsional akademiknya berkembang secara bertahap. Pada 1 Februari 1999, ia memperoleh pangkat III/A Penata Muda dengan jabatan Asisten Ahli Madya. Selanjutnya, pada 1 April 2000, ia naik menjadi III/B Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Asisten Ahli.
Pengembangan karier akademik terus berlanjut melalui kenaikan jabatan menjadi III/C Penata dengan jabatan Lektor pada 1 April 2002, kemudian menjadi III/D Penata Tingkat I dengan jabatan Lektor pada 1 April 2004. Pada 1 Januari 2008, Prof. Suryani memperoleh jabatan akademik Lektor Kepala, yang kemudian diikuti kenaikan pangkat menjadi IV/A Pembina pada 1 Oktober 2008.
Puncak karier akademiknya ditandai dengan pengangkatan sebagai Guru Besar pada 1 Oktober 2023, sebuah capaian yang menegaskan kontribusi dan dedikasinya dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Setelah itu, ia kembali memperoleh kenaikan pangkat menjadi IV/B Pembina Tingkat I pada 1 April 2024, serta IV/C Pembina Utama Muda yang dalam curriculum vitae dicantumkan dengan tanggal 01 2026 April 2026.
- Kepemimpinan Akademik, Pengelolaan Institusi, dan Kiprah Profesional di Bidang Kepemiluan
Karier Kepemimpinan di Perguruan Tinggi
Selain dikenal sebagai akademisi dan peneliti, Prof. Dr. Suryani, M.Ag. juga memiliki pengalaman panjang dalam bidang tata kelola perguruan tinggi. Perjalanan kepemimpinannya di lingkungan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu menunjukkan kesinambungan karier yang berkembang dari tingkat program studi hingga memimpin fakultas.
Jabatan struktural pertama yang diemban adalah sebagai Ketua Program Studi Bahasa Arab pada periode 2006–2010. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengelola penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembinaan akademik mahasiswa pada Program Studi Bahasa Arab. Masa kepemimpinannya menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas pendidikan bahasa Arab sebagai salah satu disiplin ilmu dasar dalam studi keislaman.
Setelah menyelesaikan masa jabatan tersebut, Prof. Suryani dipercaya menjadi Ketua Program Studi Tafsir Hadis pada periode 2010–2013. Jabatan ini semakin memperkuat kiprahnya dalam pengembangan kajian Al-Qur’an dan hadis di lingkungan fakultas. Selama memimpin program studi tersebut, ia terlibat dalam pengembangan tata kelola akademik, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan budaya penelitian bagi dosen dan mahasiswa.
Pada tahun 2013, Prof. Suryani memperoleh amanah sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). Jabatan ini menandai awal keterlibatannya dalam pengelolaan fakultas pada tingkat pimpinan. Dalam kapasitas tersebut, ia berperan dalam pembinaan kemahasiswaan, pengembangan organisasi mahasiswa, serta berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan prestasi mahasiswa baik di tingkat regional maupun nasional.
Masih pada tahun yang sama, ia dipercaya mengemban jabatan Wakil Dekan Bidangn II Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah untuk periode 2013–2017. Pada masa tersebut, tanggung jawabnya meliputi pengelolaan administrasi umum, keuangan, perencanaan, dan sumber daya manusia di lingkungan fakultas. Kepercayaan institusi terhadap kepemimpinannya berlanjut dengan penunjukan kembali sebagai Wakil Dekan II pada periode 2017–2019, sehingga secara keseluruhan ia mengemban amanah tersebut selama dua periode berturut-turut.
Pengalaman kepemimpinannya kemudian diperluas melalui penugasan sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah pada periode 2019–2021. Pada jabatan ini, ia berfokus pada bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penjaminan mutu pendidikan. Berbagai pengalaman yang diperoleh dari sejumlah posisi strategis tersebut memperkaya kapasitas manajerialnya dalam mengelola institusi pendidikan tinggi.
Selanjutnya, pada periode 2022–2026, Prof. Suryani dipercaya sebagai Sekretaris Senat Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam penyelenggaraan berbagai agenda akademik universitas, penyusunan pertimbangan akademik, serta mendukung pelaksanaan fungsi Senat Universitas sebagai salah satu organ normatif perguruan tinggi.
Puncak perjalanan kepemimpinan akademiknya dicapai ketika ia diangkat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2030. Sebagai dekan, Prof. Suryani memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama akademik yang mendukung kemajuan fakultas.
Kiprah Profesional di Bidang Kepemiluan
Selain aktif di dunia akademik, Prof. Suryani juga memiliki pengalaman profesional dalam mendukung penyelenggaraan demokrasi Indonesia melalui keterlibatannya pada proses seleksi kelembagaan penyelenggara pemilu di Provinsi Bengkulu. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensinya tidak hanya diakui dalam bidang akademik, tetapi juga dipercaya dalam proses seleksi yang menuntut integritas, profesionalisme, serta akuntabilitas.
Pada tahun 2018, Prof. Suryani dipercaya sebagai Sekretaris Tim Seleksi Anggota Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu untuk masa jabatan 2018–2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Provinsi Bengkulu dengan waktu pelaksanaan 6 Juni 2018 sampai dengan 6 Agustus 2018. Dalam posisi tersebut, ia berperan mendukung pelaksanaan administrasi, koordinasi, dan proses seleksi calon anggota sekretariat Bawaslu secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Masih pada tahun 2018, ia kembali dipercaya sebagai Sekretaris Tim Seleksi Anggota Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkulu Selatan untuk periode 2018–2022. Berdasarkan curriculum vitae, kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Madelin, Bengkulu, dengan waktu pelaksanaan 8 September 2018 sampai dengan 8 November 2018. Penugasan tersebut menjadi bagian dari kontribusinya dalam mendukung penguatan kelembagaan Komisi Pemilihan Umum di tingkat daerah melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel.
Kepercayaan terhadap kompetensinya kembali diberikan pada tahun 2023, ketika Prof. Suryani ditunjuk sebagai Sekretaris Tim Seleksi Anggota Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Berdasarkan data curriculum vitae, kegiatan tersebut berlangsung pada April sampai Mei 2023. Penugasan ini menunjukkan keberlanjutan peran Prof. Suryani dalam mendukung tata kelola kelembagaan penyelenggara pemilu di Provinsi Bengkulu.
Keterlibatan Prof. Suryani dalam berbagai proses seleksi tersebut memperlihatkan kepercayaan berbagai pihak terhadap integritas, pengalaman organisasi, dan kemampuan administrasi yang dimilikinya. Di tengah kesibukannya sebagai akademisi, ia tetap berkontribusi dalam penguatan sistem demokrasi melalui partisipasi aktif pada proses rekrutmen kelembagaan penyelenggara pemilu.
Karakter Kepemimpinan
Rangkaian jabatan yang pernah diemban menunjukkan bahwa perjalanan kepemimpinan Prof. Dr. Suryani berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan. Berawal dari pengelolaan program studi, kemudian memasuki jajaran pimpinan fakultas dalam berbagai bidang, berlanjut pada kepemimpinan di tingkat universitas sebagai Sekretaris Senat, hingga akhirnya dipercaya memimpin Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah sebagai dekan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan perpaduan antara kompetensi akademik, pengalaman administratif, kemampuan manajerial, dan kepemimpinan organisasi. Di sisi lain, keterlibatannya dalam berbagai kegiatan profesional di bidang kepemiluan memperluas kontribusinya di luar lingkungan kampus, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, dan berintegritas.
Pengembangan Kompetensi Profesional dan Kiprah Penelitian
Sebagai akademisi, Prof. Dr. Suryani, M.Ag. memandang bahwa pengembangan kompetensi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selain menjalankan tugas sebagai pendidik dan pemimpin akademik, ia secara konsisten mengikuti berbagai pelatihan profesional untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, kemampuan manajerial, kompetensi penelitian, hingga penguatan kualitas publikasi ilmiah. Berbagai pelatihan tersebut mencerminkan komitmennya dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan pendidikan tinggi, serta tuntutan profesionalisme dosen di era global.
Pelatihan Profesional
Dalam kurun lima tahun terakhir, Prof. Suryani mengikuti sejumlah pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun institusi professional, antara lain;
Pada tahun 2022, ia mengikuti Klinik Peningkatan Penulisan Journal Terindeks Scopus yang diselenggarakan oleh LPPM, pada 5–7 April 2022. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam menghasilkan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi internasional bereputasi. Melalui kegiatan ini, Prof. Suryani memperdalam pemahaman mengenai teknik penyusunan artikel ilmiah, strategi publikasi, hingga proses penyuntingan naskah sesuai standar jurnal bereputasi.
Masih pada tahun yang sama, ia mengikuti Pelatihan Penguji UKIN UKMPPG Kementerian Agama Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh LPTK UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada 30–31 Oktober 2022. Pelatihan tersebut memperkuat kompetensinya sebagai penguji dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG), khususnya pada aspek Uji Kinerja (UKIN) dan Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG).
Pada 28–30 November 2022, Prof. Suryani kembali mengikuti Pendampingan Penulisan Artikel Terindeks yang diselenggarakan oleh LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen melalui pendampingan intensif dalam penyusunan artikel yang layak diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional.
Selanjutnya, pada Agustus 2023, ia mengikuti Orientasi Pelopor Pusat Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh LPPM UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Pelatihan tersebut memperkuat kapasitasnya dalam pengembangan moderasi beragama sebagai salah satu agenda strategis pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Prof. Suryani memperoleh penguatan konseptual maupun praktis mengenai implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen terhadap pengembangan kompetensi manajerial diwujudkan kembali melalui keikutsertaannya dalam Pelatihan Assessor Manajerial Sosio Kultural yang diselenggarakan oleh PT Corien Centre Internasional pada 25–28 Agustus 2025. Pelatihan ini memberikan penguatan kompetensi dalam bidang asesmen kepemimpinan, manajemen organisasi, serta penilaian aspek sosial kultural yang relevan dengan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan birokrasi maupun perguruan tinggi.
Pada 21 Februari–10 Maret 2026, Prof. Suryani mengikuti Workshop Pelatihan dan Rekrutmen Editor Buku Ber-ISBN yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi. Pelatihan ini memperluas dan mengembangkan kompetensinya dalam bidang pembuatan naskah akademik, pengelolaan penerbitan ilmiah, serta peningkatan mutu publikasi buku berstandar ISBN.
Rangkaian pelatihan tersebut menunjukkan bahwa Prof. Suryani tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi sebagai dosen, tetapi juga terus memperkuat kapasitasnya sebagai peneliti, asesor, editor akademik, dan pemimpin perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan pendidikan nasional.
Pengalaman Penelitian
Selain aktif dalam bidang pendidikan dan pengelolaan institusi, Prof. Suryani juga memiliki rekam jejak penelitian yang berfokus pada kajian hadis, hukum keluarga Islam, pemberdayaan masyarakat, pendidikan karakter, serta studi sosial-keagamaan. Penelitian-penelitian yang dilakukannya menunjukkan kecenderungan kuat pada pendekatan interdisipliner yang menghubungkan studi Islam dengan persoalan sosial kontemporer.
Pada tahun 2023, Prof. Suryani bertindak sebagai Ketua Kelompok Penelitian dalam penelitian berjudul “Pemberdayaan Perempuan melalui Baznas di Indonesia (Studi Provinsi Bengkulu, Jakarta, dan Jawa Barat).” Penelitian tersebut didanai melalui DIPA UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kajian ini menyoroti peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui berbagai program ekonomi, sosial, dan keagamaan di beberapa wilayah Indonesia. Penelitian tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian perempuan.
Pada tahun 2024, Prof. Suryani terlibat sebagai anggota tim penelitian dalam Penelitian Strategis Nasional dengan judul “Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin Kudus dan Generasi Muda Lembak di Bengkulu.” Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya lokal, tradisi, dan kehidupan keagamaan membentuk makna hidup generasi muda pada dua komunitas adat yang memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda. Melalui penelitian tersebut, Prof. Suryani berkontribusi dalam pengembangan kajian psikologi sosial, antropologi budaya, dan studi keislaman yang berpijak pada kearifan lokal Indonesia.
Pada tahun 2025, Prof. Suryani kembali dipercaya sebagai Ketua Kelompok Penelitian dalam Penelitian Strategis Nasional melalui penelitian berjudul “Model Penanaman Karakter Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Samin Kudus.” Penelitian tersebut mengembangkan model pendidikan karakter yang memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Samin sebagai fondasi pembentukan karakter anak usia dini. Kajian ini memperlihatkan perhatian Prof. Suryani terhadap pentingnya integrasi antara pendidikan karakter, budaya lokal, dan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Orientasi Keilmuan
Rangkaian penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Suryani memperlihatkan perkembangan tema kajian yang semakin luas. Jika pada awal karier akademiknya ia lebih banyak menaruh perhatian pada studi hadis dan hukum keluarga Islam, maka dalam perkembangannya ia juga mengintegrasikan kajian tersebut dengan isu-isu sosial kontemporer, seperti pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, moderasi beragama, budaya lokal, keluarga, serta pembangunan masyarakat.
Pendekatan multidisipliner tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penelitian Prof. Suryani tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, penelitian yang dilakukannya menjadi bagian dari kontribusi akademik terhadap penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui perspektif keilmuan Islam.
Karya Ilmiah dan Kontribusi Akademik
Sebagai akademisi yang menekuni bidang studi hadis, hukum keluarga Islam, dan kajian keislaman, Prof. Dr. Suryani, M.Ag. memiliki produktivitas ilmiah yang terus berkembang seiring perjalanan karier akademiknya. Aktivitas penelitian yang dilakukannya tidak berhenti pada penyusunan laporan penelitian, tetapi diwujudkan dalam berbagai bentuk publikasi ilmiah berupa buku, artikel pada jurnal nasional terakreditasi, hingga artikel pada jurnal internasional bereputasi.
Tema-tema yang diangkat dalam karya ilmiahnya memperlihatkan keluasan cakupan keilmuan, mulai dari metodologi hadis, hukum keluarga Islam, pemberdayaan perempuan, moderasi beragama, pendidikan karakter, perlindungan terhadap perempuan dan anak, hingga kajian sosial-keagamaan berbasis kearifan lokal. Melalui karya-karya tersebut, Prof. Suryani berupaya menghubungkan tradisi keilmuan Islam klasik dengan dinamika masyarakat modern sehingga menghasilkan kajian yang bersifat kontekstual dan aplikatif.
Buku
Selain aktif menerbitkan artikel ilmiah, Prof. Suryani juga menghasilkan sejumlah buku yang menjadi bagian dari pengembangan literatur akademik di bidang hadis dan kajian sosial-keagamaan.
Buku yang lebih dahulu diterbitkan adalah Studi Ilmu Hadis, yang diterbitkan oleh Aswaja Press pada tahun 2021 dengan ISBN 978-623-7593-72-0. Buku tersebut mengulas berbagai konsep dasar ilmu hadis, mulai dari sejarah perkembangan hadis, klasifikasi hadis, metodologi periwayatan, kritik sanad dan matan, hingga pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam memahami hadis sebagai salah satu sumber utama ajaran Islam. Kehadiran buku ini menjadi salah satu referensi pembelajaran bagi mahasiswa pada bidang ilmu hadis di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Pada tahun 2026, Prof. Suryani menerbitkan buku berjudul Studi Hadis Munakahat dan Metode Takhrijnya. Buku ini membahas hadis-hadis yang berkaitan dengan hukum perkawinan (munakahat) beserta metode penelusuran (takhrij) hadis sebagai bagian dari penguatan metodologi penelitian hadis. Melalui karya tersebut, Prof. Suryani mengintegrasikan kajian fikih keluarga dengan metodologi kritik hadis sehingga memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi hadis hukum keluarga Islam.
Masih pada tahun 2026, ia juga menerbitkan buku berjudul Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin Kudus dan Generasi Muda Lembak di Bengkulu. Buku ini merupakan pengembangan dari penelitian mengenai makna hidup generasi muda pada dua komunitas budaya yang berbeda, yaitu masyarakat Samin di Kudus dan masyarakat Lembak di Bengkulu. Kajian tersebut memperlihatkan perhatian Prof. Suryani terhadap hubungan antara budaya lokal, nilai-nilai spiritual, dan pembentukan identitas generasi muda dalam masyarakat Indonesia.
Artikel Ilmiah Internasional
Produktivitas ilmiah Prof. Suryani juga tercermin melalui publikasi pada berbagai jurnal internasional yang mengangkat isu-isu keislaman, sosial, budaya, hukum, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada tahun 2026, ia menerbitkan artikel berjudul “Spirituality, Ecology and Community: A Reflexive Thematic Analysis of Meaning in Life among Samin Youth” dalam Asian Journal of Social Psychology, Volume 29, Issue 2 (2026). Artikel ini membahas hubungan antara spiritualitas, lingkungan hidup, komunitas, dan kebermaknaan hidup generasi muda masyarakat Samin melalui pendekatan reflexive thematic analysis. Penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai budaya dan spiritualitas lokal membentuk perspektif generasi muda terhadap kehidupan dan lingkungan sosialnya.
Pada tahun 2025, Prof. Suryani menerbitkan artikel “Housewives as Agents of Religious Moderation: A Maslahah Mursalah Perspective on Interfaith Family Harmony in Indonesia” pada Al-‘Adalah, Volume 22, Nomor 2, Desember 2025. Artikel ini mengkaji peran ibu rumah tangga sebagai agen moderasi beragama dalam menjaga keharmonisan keluarga lintas agama melalui perspektif Maslahah Mursalah. Kajian tersebut menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membangun toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang plural.
Masih pada tahun 2025, Prof. Suryani menerbitkan artikel “From Classical Kafā’ah to Contemporary Economic Justice: A Hadith-Based Legal Reassessment in Islamic Family Law” pada Al Istinbath, Volume 10, Nomor 2 (2025). Artikel tersebut mengkaji kembali konsep kafā’ah dalam hukum keluarga Islam melalui pendekatan hadis dengan mempertimbangkan perspektif keadilan ekonomi dalam konteks masyarakat modern.
Pada tahun 2024, Prof. Suryani menerbitkan artikel “Cultivating a Culture of Intervention: Bystander Programs and the Prevention of Sexual Violence” dalam Edelweiss Applied Science and Technology, Volume 8, Nomor 6, halaman 831–850 (ISSN: 2576-8484). Artikel ini membahas pentingnya program bystander intervention sebagai strategi pencegahan kekerasan seksual melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap korban.
Masih pada tahun 2024, ia menerbitkan artikel “Misogynistic Hadiths: A Study of Concepts and Perceptions Based on the Understanding of Female Santri of the Salafiyah Hidayatul Qomariyah Islamic Boarding School in Bengkulu” dalam International Journal of Society Reviews (INJOSER), Volume 2, Nomor 6, Juni 2024, halaman 1513–1524. Artikel ini mengkaji persepsi santri putri terhadap hadis-hadis yang dipandang bersifat misoginis melalui pendekatan pemahaman kontekstual terhadap hadis.
Pada tahun yang sama, Prof. Suryani juga menerbitkan artikel “Contextualizing the Philosophy of Women’s Empowerment through the Role of the National Board of Zakat in Indonesia” dalam Madania: Jurnal Kajian Keislaman, Volume 28, Nomor 1 (2024). Artikel tersebut menghubungkan filosofi pemberdayaan perempuan dengan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2023, ia menerbitkan artikel “Family Law Reform in Indonesia in the Perspective of Criminal Law” pada International Journal of Criminal Justice Science, Volume 18, Issue 1, Januari–Juni 2023. Artikel ini membahas dinamika reformasi hukum keluarga di Indonesia dari perspektif hukum pidana.
Pada tahun yang sama, ia juga menerbitkan artikel “Persis and the Evolution of Hadith Thought (Analysis of the Differences of Ahmad Hassan and Dewan Hisbah)” dalam Baltic Journal of Law & Politics, Volume 16, Nomor 3 (2023). Artikel ini mengulas perkembangan pemikiran hadis di lingkungan Persatuan Islam (Persis), khususnya melalui analisis terhadap pemikiran Ahmad Hassan dan Dewan Hisbah.
Artikel Ilmiah Nasional
Di samping publikasi internasional, Prof. Suryani juga aktif menerbitkan artikel pada berbagai jurnal nasional yang berfokus pada pendidikan Islam, hukum keluarga, serta studi hadis.
Pada tahun 2024, ia menerbitkan artikel “Pengaruh Penggunaan Metode ‘Ali terhadap Kemampuan Tahsin dan Tahfidz Santriwati di Rumah Tahfidz Fatimah Yayasan Daarul Iman Kota Bengkulu” pada Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, Volume 9, Nomor 1 (2024). Penelitian ini mengkaji efektivitas metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an pada santriwati.
Masih pada tahun 2024, Prof. Suryani menerbitkan artikel “Pemahaman Makna Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah dan Pembentukannya bagi Pelaku Pernikahan di Bawah Umur di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara” pada Qiyas: Jurnal Hukum Islam dan Peradilan, Volume 9, Nomor 1 (2024). Kajian tersebut menyoroti pemahaman pasangan usia muda mengenai konsep keluarga sakinah dalam perspektif hukum Islam dan realitas sosial.
Masih pada tahun 2023, Prof. Suryani menerbitkan artikel “Kajian Sanad dan Kontekstualisasi Pemahaman Hadis Larangan Meninggikan Kuburan” dalam El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis, Volume 12, Nomor 1 (2023). Artikel tersebut mengkaji validitas sanad hadis serta relevansinya dalam konteks praktik masyarakat Muslim masa kini.
Pada tahun 2022, Prof. Suryani menerbitkan artikel “Sirri Marriage from the Perspective of Islamic Legal Philosophy” pada IBLAM Law Review, Volume 2, Nomor 2 (2022), halaman 175–188. Artikel ini membahas praktik pernikahan siri dalam perspektif filsafat hukum Islam.
Masih pada tahun 2022, ia menerbitkan artikel “Urgensi Hermeneutika sebagai Metode dalam Pemahaman Hadis” pada Jurnal Studi al-Qur’an dan Hadis “Al-Quds”, Volume 6, Nomor 2 (2022). Artikel tersebut menguraikan pentingnya pendekatan hermeneutika dalam memahami hadis secara kontekstual.
Selain itu, pada tahun 2022, Prof. Suryani juga menerbitkan artikel “Three Talaq at Once in Divorce According to the Understanding of Hadith” dalam IBLAM Law Review, Volume 2, Nomor 2 (2022). Artikel tersebut membahas persoalan talak tiga sekaligus berdasarkan perspektif hadis dan implikasinya terhadap hukum keluarga Islam kontemporer.
Kontribusi Keilmuan
Keseluruhan karya ilmiah Prof. Dr. Suryani memperlihatkan konsistensi dalam mengembangkan kajian hadis sebagai landasan untuk memahami berbagai persoalan hukum keluarga, pendidikan Islam, pemberdayaan perempuan, moderasi beragama, hingga dinamika sosial masyarakat. Melalui buku, penelitian, dan publikasi ilmiah yang dihasilkannya, ia tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik, tetapi juga menghadirkan perspektif keislaman yang relevan terhadap tantangan masyarakat kontemporer.
Produktivitas publikasi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Prof. Suryani dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan diseminasi ilmu pengetahuan. Berbagai karya yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional menjadi bukti keterlibatannya dalam percakapan akademik yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu akademisi di bidang studi hadis dan hukum keluarga Islam di Indonesia.
Keanggotaan Organisasi Profesi
Sebagai akademisi yang menekuni bidang studi hadis dan hukum keluarga Islam, Prof. Dr. Suryani, M.Ag. aktif membangun jejaring akademik melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi profesi di tingkat nasional. Keanggotaan dalam organisasi-organisasi tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus mengembangkan keilmuan, memperluas kolaborasi penelitian, serta berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Prof. Suryani merupakan anggota Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia (PDHKI), sebuah organisasi profesi yang menghimpun dosen, peneliti, dan akademisi di bidang hukum keluarga Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui organisasi ini, ia berpartisipasi dalam berbagai forum akademik, seminar, konferensi ilmiah, serta kegiatan pengembangan keilmuan yang bertujuan memperkuat kajian hukum keluarga Islam sebagai salah satu disiplin strategis dalam studi keislaman kontemporer.
Selain itu, Prof. Suryani juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Ilmu Hadis (ASILHA). Keanggotaannya dalam organisasi ini mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan studi hadis, baik dari aspek metodologi, penelitian, maupun pengajaran. ASILHA menjadi wadah kolaborasi bagi para ahli hadis dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk memperkuat pengembangan ilmu hadis di Indonesia melalui kegiatan ilmiah, publikasi akademik, serta pengkajian terhadap isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan hadis.
Di samping keterlibatannya dalam organisasi profesi akademik, Prof. Suryani juga mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu untuk masa khidmat 2025–2030. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu unsur pimpinan dalam struktur MUI Provinsi Bengkulu yang bertanggung jawab mengoordinasikan kegiatan pengkajian keislaman, penelitian, dan pengembangan pemikiran Islam. Dalam kapasitas tersebut, ia berkontribusi dalam penyusunan kajian ilmiah, pemberian rekomendasi terhadap berbagai persoalan keagamaan, serta penguatan literasi Islam yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan masyarakat.
Keterlibatan Prof. Suryani dalam organisasi profesi dan organisasi keagamaan menunjukkan bahwa kiprah akademiknya tidak hanya berlangsung di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga meluas pada ruang-ruang kolaborasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai organisasi tersebut, ia terus berupaya membangun sinergi antarakademisi, peneliti, ulama, dan praktisi dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat kajian keislaman, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Pada tanggal 22 Juli 2026 Prof. Suryani menjadi narasumber tingkat internasional di Cirebon. Kegiatan tersebut adalah ADIA (International Conference and International Competition) tahun 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 22 Juli 2026, membawakan materi “Urgensi Metode dan Pendekatan dalam Memahami Hadis”
- Penutup
Perjalanan akademik Prof. Dr. Suryani, M.Ag. mencerminkan dedikasi yang panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Berawal dari pendidikan dasar di lingkungan pesantren hingga meraih jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar, ia secara konsisten mengembangkan keilmuan di bidang hadis, hukum keluarga Islam, dan studi keislaman melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kepemimpinan akademik.
Dalam perjalanan kariernya, Prof. Suryani telah mengemban berbagai amanah strategis, mulai dari Ketua Program Studi, Wakil Dekan, Sekretaris Senat Universitas, hingga dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Di luar lingkungan perguruan tinggi, ia juga berkontribusi dalam berbagai kegiatan profesional, antara lain sebagai Sekretaris Tim Seleksi Anggota Sekretariat Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Provinsi Bengkulu, serta aktif dalam organisasi profesi dan keagamaan sebagai Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu periode 2025–2030, anggota Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia (PDHKI), dan anggota Asosiasi Ilmu Hadis (ASILHA).
Sebagai akademisi, Prof. Suryani memiliki perhatian yang besar terhadap pengembangan studi hadis, hukum keluarga Islam, moderasi beragama, pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai penelitian, penerbitan buku, serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pengayaan khazanah keilmuan Islam.
Produktivitas akademik yang diiringi dengan pengalaman kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat menjadikan Prof. Dr. Suryani sebagai salah satu akademisi yang memiliki peran penting dalam pengembangan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah serta Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu. Melalui berbagai karya, kepemimpinan, dan aktivitas profesionalnya, ia terus berupaya memperkuat integrasi antara tradisi keilmuan Islam dengan tantangan masyarakat kontemporer, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan tinggi Islam yang unggul, moderat, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
