Bengkulu – Kreativitas dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Semester VI Lokal A Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Melalui program Open Donasi Pakaian Layak Pakai, para mahasiswa berhasil mengubah donasi pakaian menjadi wakaf Al-Qur’an yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Manajemen Fundraising yang diampu oleh Joni Afriansyah, M.I.Kom. sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam merencanakan, mengelola, dan menyalurkan hasil kegiatan fundraising secara profesional sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Penggalangan donasi pakaian layak pakai melibatkan mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat umum. Pakaian yang terkumpul kemudian dikelola dan dipasarkan selama kurang lebih satu bulan di kawasan TPI Pulau Baai, Kota Bengkulu. Hasil penjualan pakaian tersebut selanjutnya digunakan untuk membeli Al-Qur’an yang kemudian disalurkan sebagai wakaf.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus realisasi program, mahasiswa Manajemen Dakwah Semester VI Lokal A melaksanakan penyaluran wakaf Al-Qur’an pada Kamis (4/6/2026) kepada Rumah Belajar Baca Al-Qur’an yang beralamat di Jalan Rinjani II RT 08 RW 03 Nomor 12, Kelurahan Jembatan Kecil, Kota Bengkulu.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Fundraising, Joni Afriansyah, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami praktik fundraising secara komprehensif.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan program, pengelolaan sumber daya, strategi pemasaran, hingga penyaluran manfaat kepada masyarakat. Ini menjadi pengalaman berharga yang akan memperkuat kompetensi mereka sebagai calon pengelola lembaga dakwah dan sosial di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa fundraising dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif, tidak hanya dalam bentuk pengumpulan dana tunai, tetapi juga melalui pengelolaan barang yang masih memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UINFAS Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag, memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras mahasiswa dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan keberhasilan pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek akademik, sosial, dan nilai-nilai dakwah.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa Manajemen Dakwah yang berhasil mengubah donasi pakaian layak pakai menjadi wakaf Al-Qur’an. Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa FUAD tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pemberdayaan masyarakat. Inilah bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi umat,” ungkapnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh baik bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan inovasi sosial yang produktif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini patut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Dari barang yang mungkin tidak lagi digunakan, mahasiswa mampu menciptakan manfaat baru yang bernilai ibadah dan berdampak jangka panjang. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan inovasi seperti inilah yang terus kami dorong dalam pengembangan karakter mahasiswa FUAD,” jelasnya.
Selain memberikan manfaat bagi lembaga penerima, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, serta semangat berbagi kepada mahasiswa. Al-Qur’an yang diwakafkan diharapkan dapat digunakan dalam proses pembelajaran, pembinaan keagamaan, dan meningkatkan semangat literasi Al-Qur’an di kalangan peserta didik.
Melalui program fundraising berbasis donasi pakaian layak pakai ini, mahasiswa Manajemen Dakwah Semester VI Lokal A membuktikan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang kreatif, inovatif, dan berdampak. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan pemberdayaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Redaktur: Tim Humas FUAD
