Bengkulu – Visitasi Akreditasi Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi dimulai pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Lantai 2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Kegiatan visitasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta tamu undangan lainnya. Hadir dalam pembukaan kegiatan, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag., didampingi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III. Turut hadir pula Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., bersama para Wakil Dekan I, II, dan III serta para pejabat di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Visitasi akreditasi Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam dilakukan oleh dua asesor, yaitu Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum. dan Dr. Setia Gumilar, M.S.I. Kehadiran tim asesor menjadi bagian penting dalam proses penilaian dan verifikasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mempersiapkan proses akreditasi. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum evaluasi dan penguatan mutu institusi.

“Akreditasi merupakan sarana untuk melihat sejauh mana kualitas tata kelola, layanan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai capaian yang telah diraih program studi. Kami berharap visitasi ini dapat memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam serta menjadi penguat komitmen kita dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Dekan FUAD, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan bahwa seluruh unsur fakultas telah bekerja secara maksimal dalam mempersiapkan dokumen maupun berbagai eviden pendukung yang diperlukan selama proses visitasi.
“Kami menyambut baik kehadiran para asesor dan berharap berbagai masukan yang diberikan dapat menjadi bahan evaluasi serta penyempurnaan bagi pengembangan Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam ke depan. Akreditasi bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam membangun budaya mutu,” ujar Dekan.
Mewakili tim asesor, Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan visitasi bertujuan melakukan klarifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap data yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi. Ia menegaskan bahwa proses asesmen dilakukan secara objektif dan profesional sesuai dengan instrumen yang berlaku.
“Kami hadir untuk melakukan konfirmasi terhadap berbagai data dan informasi yang telah disampaikan program studi. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sehingga menghasilkan gambaran yang utuh mengenai kualitas penyelenggaraan Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan visitasi, tim asesor dijadwalkan melakukan penelaahan dokumen, wawancara dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pengguna lulusan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu akademik dan tata kelola Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam menuju standar pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Redaktur: Tim Humas FUAD
