You are currently viewing Dr. Hermi Pasmawati Jadi Narasumber IHT SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, Bahas Etos Kerja, ESQ, dan Resiliensi Pendidik di Era Digital

Dr. Hermi Pasmawati Jadi Narasumber IHT SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, Bahas Etos Kerja, ESQ, dan Resiliensi Pendidik di Era Digital

Bengkulu, 29 September 2026 — Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Hermi Pasmawati, M.Pd., Kons., menjadi narasumber pada hari pertama kegiatan In House Training (IHT) SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 29–30 September 2026, tersebut mengangkat tema “Membangun Etos Kerja dan ESQ” dan diikuti oleh kurang lebih 75 guru SMA Negeri 4 Kota Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hermi Pasmawati menyampaikan materi berjudul “Menumbuhkan Kesadaran, Menjaga Kewarasan Pendidik di Era Digital: Mendampingi Siswa Gen Z dan Kebijakan Pendidikan Saat Ini.”

Kegiatan IHT dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd. Sebelumnya, acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, Saiful Maliki, M.Pd., yang menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dunia pendidikan.

Dalam pemaparannya, Dr. Hermi Pasmawati menekankan bahwa guru saat ini berada di tengah perubahan besar, terutama dalam menghadapi peserta didik generasi Z yang tumbuh dan berkembang dalam ekosistem digital. Menurutnya, tantangan guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga kemampuan memahami pola komunikasi generasi baru tanpa kehilangan nilai ketegasan, adab, dan kemanusiaan.

Dalam materinya, Dr. Hermi juga mengutip pesan Mbah Mun yang menekankan bahwa pendidikan tidak semestinya hanya diarahkan untuk menjadikan peserta didik cerdas secara intelektual, tetapi juga membangun kemanusiaan dan kebaikan hati. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas guru bukan sekadar mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan adab, rasa, empati, dan kebaikan hati peserta didik.

“Guru perlu menjaga kewarasan dan kesehatan mentalnya, karena diri guru adalah instrumen utama dalam mendidik. Guru yang sehat secara mental akan lebih mampu hadir dengan tenang, tegas, dan penuh kesadaran dalam mendampingi siswa,” jelas Dr. Hermi.

Lebih lanjut, materi yang disampaikan membahas berbagai persoalan yang dihadapi pendidik dalam berkomunikasi dengan siswa, termasuk kesenjangan komunikasi antara guru dan generasi Z, regulasi emosi, empati, serta strategi membentuk etika peserta didik secara langsung dan eksplisit.

Dr. Hermi juga mengajak para guru untuk tidak selalu mengambil perilaku peserta didik secara personal, melainkan melihatnya sebagai bagian dari proses pendampingan, pembelajaran, dan pembentukan karakter. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru menghadapi dinamika peserta didik secara lebih tenang, objektif, dan konstruktif.

Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya adversity dan resiliensi pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Kemampuan mengelola tekanan, perubahan karakter siswa, tuntutan orang tua, dinamika kebijakan pendidikan, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan diri seorang pendidik.

Melalui pendekatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), para guru diajak memperkuat kesadaran emosional, pengelolaan diri, empati, ketahanan batin, serta kesadaran spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Mendidik di era digital, menurut Dr. Hermi, membutuhkan kesabaran, keteladanan, kemampuan beradaptasi, dan daya lenting dalam menghadapi berbagai perubahan.

Kegiatan IHT ini diharapkan menjadi ruang penguatan bagi guru-guru SMA Negeri 4 Kota Bengkulu untuk membangun etos kerja yang positif, menjaga kesehatan mental, memperkuat resiliensi, serta menghadirkan proses pendidikan yang lebih humanis dan bermakna bagi peserta didik.

Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Dr. Hermi Pasmawati sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Ibu Dr. Hermi Pasmawati yang telah membawa kompetensi akademik dan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam untuk memberikan penguatan kepada para pendidik di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kontribusi dosen FUAD dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kapasitas para guru,” ungkap Dekan FUAD.

Dekan berharap keterlibatan dosen FUAD dalam berbagai kegiatan pengembangan kompetensi masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Keterlibatan Dr. Hermi Pasmawati, M.Pd., Kons. dalam kegiatan IHT tersebut merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen FUAD di tengah para pendidik menjadi bentuk nyata komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya melalui penguatan etos kerja, komunikasi, ketahanan emosi, resiliensi, serta kesehatan psikologis pendidik.

Tim Humas FUAD