You are currently viewing Dekan FUAD Buka PKMTD, Tekankan Pentingnya Transisi Mahasiswa dari Pasif Menjadi Aktif

Dekan FUAD Buka PKMTD, Tekankan Pentingnya Transisi Mahasiswa dari Pasif Menjadi Aktif

Bengkulu, 26 September 2026 – Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) sebagai upaya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter dasar kepemimpinan.

Kegiatan PKMTD dilaksanakan selama dua hari, 26–27 September 2026, bertempat di Gedung Student Centre UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FUAD yang memiliki ketertarikan dan komitmen untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan serta berkontribusi aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Acara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Pembukaan turut dihadiri oleh Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., Wakil Dekan III, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., Kabag TU FUAD, Mamah Rohmah, S.E., M.M., serta sejumlah Ketua Program Studi di lingkungan FUAD.

Dalam sambutannya, Dekan FUAD, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan bahwa PKMTD merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan organisasi maupun lingkungan sosial.

Dekan menekankan pentingnya transisi peran mahasiswa dari pasif menjadi aktif. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi peserta dalam berbagai kegiatan, tetapi perlu mulai belajar mengambil peran, berkomunikasi, bekerja sama, dan berorganisasi secara bertanggung jawab.

“PKMTD ini merupakan bagian dari proses transisi mahasiswa, dari yang sebelumnya pasif menjadi lebih aktif. Mahasiswa akan belajar bagaimana mengelola diri, berkomunikasi, dan berorganisasi. Namun, keaktifan tersebut tentu tidak berarti bebas tanpa aturan. Ada etika, tata tertib, dan aturan organisasi yang harus dipahami agar mahasiswa tidak salah dalam menjalankan perannya,” pesan Dekan.

Lebih lanjut, Dekan menjelaskan bahwa PKMTD tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai organisasi, tetapi juga dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta komitmen dalam menjalankan amanah menjadi bagian penting dalam proses pelatihan.

“PKMTD ini didesain untuk membentuk karakter mahasiswa agar menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Karena menjadi pemimpin bukan hanya tentang kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga dimulai dari kemampuan mengelola dan memimpin diri sendiri,” lanjutnya.

Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk berproses menjadi calon pemimpin. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Ini adalah awal bagi saudara-saudara untuk berproses menjadi pemimpin. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi. Semoga dari kegiatan ini lahir calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter, tanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan PKMTD kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian materi dan aktivitas kepemimpinan yang dirancang untuk meningkatkan wawasan peserta mengenai organisasi, komunikasi, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengembangan karakter mahasiswa.

Melalui pelaksanaan PKMTD, SEMA dan DEMA FUAD diharapkan mampu menjadi bagian dari proses kaderisasi mahasiswa yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran strategis di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Tim Humas FUAD