You are currently viewing FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Gelar Seminar Internasional Bahas Integrasi Studi Islam dan Keilmuan

FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Gelar Seminar Internasional Bahas Integrasi Studi Islam dan Keilmuan

BENGKULU — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Islamic Studies and Knowledge Integration at UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu”, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta hadir secara langsung di Gedung LPM Lantai 2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan peserta lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.

Seminar yang berlangsung pukul 07.30–11.30 WIB atau 20.30 waktu New York tersebut menghadirkan dua pakar di bidang studi Islam, yaitu Prof. Shalahudin Kafrawi, Ph.D., Associate Professor of Religious Studies and Chair of Peace Studies pada Hobart and William Smith Colleges, Amerika Serikat, serta Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Prof. Kafrawi sendiri memiliki latar keilmuan dalam Religious Studies, filsafat Islam, tafsir Al-Qur’an, serta kajian agama dan perdamaian.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya membangun komitmen terhadap epistemologi integratif dalam pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Menurutnya, integrasi keilmuan tidak hanya menjadi konsep akademik, tetapi harus diwujudkan melalui pengembangan riset dan pembelajaran yang mampu menjawab berbagai persoalan umat dan masyarakat kontemporer.

Rektor juga menekankan pentingnya perguruan tinggi Islam untuk mampu menjembatani komunitas Muslim global, antara lain dengan memperhatikan research gap dalam kajian Islam kontemporer. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin kompleks, perguruan tinggi Islam dituntut untuk terus menjaga integritas akademik sekaligus meningkatkan kualitas penelitian, pembelajaran, dan kontribusi keilmuan.

“Semoga seminar internasional ini menjadi langkah nyata menuju pengembangan keilmuan Islam yang semakin integratif dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi terwujudnya peradaban yang lebih baik,” demikian pesan Rektor dalam sambutannya.

Sementara itu, Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional tersebut. Menurutnya, forum akademik internasional menjadi ruang penting bagi FUAD untuk memperluas jejaring akademik, mempertemukan pemikiran dari berbagai tradisi keilmuan, serta meningkatkan wawasan dosen dan mahasiswa dalam memahami perkembangan studi Islam di tingkat global.

Dekan juga menegaskan bahwa tema integrasi studi Islam memiliki relevansi yang sangat kuat dengan arah pengembangan FUAD. Integrasi keilmuan diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam penguatan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, serta kerja sama akademik internasional.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Wakil Dekan II FUAD, Dr. Ismail, M.Ag., turut menyampaikan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat kualitas akademik dan membangun jejaring kerja sama dengan akademisi serta institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Shalahudin Kafrawi, Ph.D. mengawali pemaparannya dengan menjelaskan dasar pemikiran mengenai pentingnya percakapan akademik tentang integrated Islamic studies.

Menurutnya, bagi umat Islam, Islam mencakup berbagai dimensi kehidupan. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah sebagai Sang Pencipta, tetapi juga memberikan panduan mengenai bagaimana manusia berhubungan dengan seluruh ciptaan-Nya, termasuk sesama manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, maupun alam dan benda-benda di sekitarnya.

Perkembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, lanjut Prof. Kafrawi, juga menunjukkan adanya perubahan orientasi. Kajian di perguruan tinggi Islam tidak lagi hanya terbatas pada bidang-bidang studi Islam tradisional, tetapi terus berkembang menuju pendekatan yang lebih luas melalui konsep integrasi studi Islam dan berbagai disiplin ilmu.

Ia kemudian mengajak peserta untuk merefleksikan sejauh mana integrasi keilmuan tersebut telah benar-benar terwujud di perguruan tinggi Islam.

Pertanyaan penting yang diajukan adalah apakah cabang-cabang keilmuan Islam telah benar-benar terintegrasi melalui keberadaan berbagai program studi dan fakultas, seperti Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Program Pascasarjana.

“Where are we now, and where are we going?” menjadi salah satu pertanyaan reflektif yang ditekankan dalam pemaparannya. Pertanyaan tersebut mendorong perguruan tinggi Islam untuk tidak hanya melihat kondisi keilmuan saat ini, tetapi juga menentukan arah pengembangan studi Islam di masa depan.

Prof. Kafrawi menekankan bahwa pembahasan mengenai integrasi studi Islam perlu terus dikembangkan melalui dialog akademik yang terbuka dan kritis. Integrasi bukan sekadar menggabungkan berbagai disiplin ilmu, tetapi juga membutuhkan refleksi epistemologis mengenai hubungan antara agama, ilmu pengetahuan, manusia, dan realitas kehidupan.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang memberikan perspektif mengenai pengembangan studi Islam dan integrasi keilmuan dalam konteks pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta secara langsung maupun peserta yang mengikuti seminar melalui Zoom Meeting. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang akademik menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu integrasi studi Islam dan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi Islam.

Melalui seminar internasional ini, FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, memperkuat jejaring internasional, serta mendorong lahirnya kajian-kajian Islam yang relevan dengan tantangan masyarakat global.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi bagian dari langkah berkelanjutan FUAD dalam membangun studi Islam yang integratif, berkualitas, dan berkontribusi terhadap pengembangan peradaban.

Tim Humas FUAD