You are currently viewing Dekan FUAD Bersama Tiga Akademisi Terbitkan Buku tentang Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin dan Lembak

Dekan FUAD Bersama Tiga Akademisi Terbitkan Buku tentang Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin dan Lembak

BENGKULU – Komitmen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mengembangkan tradisi keilmuan dan literasi akademik kembali diwujudkan melalui karya ilmiah. Dekan FUAD, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., bersama tiga akademisi lainnya, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., Dr. Rodiyah, M.A.Hum., dan Dr. Adam Dasution, M.Pd.I., berhasil menerbitkan buku berjudul Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin Kudus dan Generasi Muda Lembak di Bengkulu.

Buku ini mengangkat tema kebermaknaan hidup generasi muda dalam perspektif kebudayaan dengan mengambil dua konteks masyarakat yang memiliki latar budaya berbeda, yakni komunitas Samin di Kudus dan masyarakat Lembak di Bengkulu.

Karya kolaboratif tersebut menjadi menarik karena tidak hanya membahas kebermaknaan hidup sebagai persoalan individual, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai kebudayaan, kehidupan masyarakat, serta identitas komunitas dan suku dapat membentuk cara generasi muda memaknai kehidupan.

Dalam buku tersebut, para penulis membahas sejumlah tema utama yang disusun secara bertahap. Pembahasan diawali dengan kebermaknaan hidup dan kebudayaan, yang memberikan landasan untuk memahami hubungan antara pencarian makna hidup dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat.

Selanjutnya, buku membahas kebermaknaan hidup serta konsep masyarakat budaya sebagai kerangka untuk melihat bagaimana individu membangun orientasi, nilai, dan tujuan hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu.

Pembahasan kemudian diarahkan secara lebih spesifik pada kebermaknaan hidup masyarakat Samin dan kebermaknaan hidup masyarakat Lembak.

Dalam konteks ini, Samin dipahami sebagai sebuah komunitas budaya yang memiliki nilai, pandangan hidup, serta tradisi sosial yang khas dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah Kudus dan sekitarnya.

Sementara itu, Lembak merupakan salah satu suku di Bengkulu yang memiliki identitas budaya, tradisi, nilai sosial, dan kehidupan masyarakat yang khas. Kajian terhadap masyarakat Lembak dalam buku ini menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana latar budaya lokal turut membentuk pemaknaan kehidupan generasi mudanya.

Perbandingan kedua konteks tersebut memberikan ruang bagi pembaca untuk melihat bahwa kebermaknaan hidup tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, nilai budaya, tradisi, identitas, serta hubungan individu dengan masyarakat tempat mereka tumbuh dan berkembang.

Karya ini sekaligus menunjukkan pentingnya kajian interdisipliner dalam memahami persoalan generasi muda. Kebermaknaan hidup tidak hanya dapat dilihat dari perspektif psikologis, tetapi juga dapat dikaji melalui pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan.

Prof. Dr. Suryani, M.Ag., selaku Dekan FUAD sekaligus salah satu penulis buku, menyampaikan bahwa karya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian tentang generasi muda dan kebudayaan.

Menurutnya, memahami kebermaknaan hidup generasi muda perlu dilakukan dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya yang melingkupinya.

“Generasi muda tumbuh dalam lingkungan budaya yang memiliki nilai dan karakter masing-masing. Karena itu, memahami kebermaknaan hidup mereka juga perlu melihat bagaimana budaya, masyarakat, dan nilai-nilai yang diwariskan membentuk cara mereka memandang kehidupan,” ungkap Prof. Suryani.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kajian generasi muda, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Kolaborasi Prof. Dr. Suryani, M.Ag., Dr. Nelly Marhayati, M.Si., Dr. Rodiyah, M.A.Hum., dan Dr. Adam Dasution, M.Pd.I. dalam menghasilkan buku ini juga menjadi bentuk penguatan budaya akademik melalui kerja sama lintas keilmuan.

Karya tersebut tidak hanya memberikan gambaran mengenai masyarakat Samin dan Lembak, tetapi juga mengajak pembaca untuk melihat kebermaknaan hidup sebagai bagian dari proses manusia dalam membangun hubungan dengan diri sendiri, masyarakat, budaya, dan lingkungan sosialnya.

Bagi lingkungan akademik FUAD, terbitnya buku Kebermaknaan Hidup Generasi Muda Samin Kudus dan Generasi Muda Lembak di Bengkulu menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berangkat dari realitas sosial dan budaya masyarakat.

Karya ini juga diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kajian budaya lokal, khususnya dalam memahami bagaimana generasi muda mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus menghadapi perubahan sosial di tengah perkembangan zaman.

FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Prof. Dr. Suryani, M.Ag., Dr. Nelly Marhayati, M.Si., Dr. Rodiyah, M.A.Hum., dan Dr. Adam Dasution, M.Pd.I., atas terbitnya karya akademik tersebut. Semoga buku ini menjadi kontribusi berharga bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kajian kebudayaan, dan pemahaman terhadap kehidupan generasi muda di Indonesia.

Tim Humas FUAD