You are currently viewing Mahasiswa SPI FUAD UIN FAS Bengkulu Ikuti Seminar Naskah Ulu Rejang di Museum Negeri Bengkulu

Mahasiswa SPI FUAD UIN FAS Bengkulu Ikuti Seminar Naskah Ulu Rejang di Museum Negeri Bengkulu

BENGKULU – Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, mengikuti Seminar Naskah Ulu Rejang yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Negeri Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026, bertempat di Aula Museum Negeri Bengkulu. Keikutsertaan mahasiswa SPI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan akademik sekaligus memperkenalkan mahasiswa secara langsung pada khazanah manuskrip dan warisan budaya lokal Bengkulu.

Seminar Naskah Ulu Rejang mengangkat kajian mengenai Naskah Ulu Rejang, salah satu warisan intelektual dan budaya masyarakat Bengkulu yang memiliki nilai penting dalam memahami sejarah, tradisi literasi, bahasa, serta kehidupan sosial masyarakat masa lalu.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber. Berdasarkan susunan acara, seminar menghadirkan Muhardi, M.Hum., Dr. Edi Gunawan B., M.Pd., dan Dr. Nafisah, M.Pd. sebagai narasumber, dengan Ade Hapri Wijaya sebagai moderator.

Selain menerima materi, peserta juga mendapatkan tugas yang kemudian dipresentasikan dan dibahas pada hari kedua. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk seminar, tetapi juga memberikan pengalaman akademik kepada mahasiswa melalui proses membaca, memahami, mengkaji, dan mempresentasikan hasil tugas berkaitan dengan Naskah Ulu Rejang.

Sebanyak 25 mahasiswa SPI yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari beberapa angkatan. Keikutsertaan mahasiswa ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan akademik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian sumber-sumber sejarah dan budaya lokal.

Dekan FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Suryani, M.Ag., menyambut baik keterlibatan mahasiswa SPI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan di luar ruang kelas yang bersentuhan langsung dengan sumber sejarah dan kebudayaan memiliki nilai penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Program Studi SPI yang telah mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam Seminar Naskah Ulu Rejang. Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan bidang keilmuan mahasiswa karena mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sumber sejarah dan warisan budaya yang ada di Bengkulu,” ujar Dekan FUAD.

Prof. Suryani juga berharap mahasiswa dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman akademik yang memperkaya perspektif mereka dalam memahami sejarah dan peradaban Islam, khususnya dalam konteks sejarah lokal Bengkulu.

“Kami berharap mahasiswa dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya, membangun kemampuan penelitian, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya dan manuskrip lokal. Ini merupakan bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI) FUAD, Meki Johendra, M.Ag., mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa SPI untuk mengikuti seminar tersebut.

Menurutnya, Naskah Ulu Rejang merupakan salah satu sumber penting yang dapat menjadi objek kajian sejarah, khususnya dalam memahami dinamika masyarakat Bengkulu pada masa lalu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD Museum Negeri Bengkulu yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa SPI untuk mengikuti kegiatan ini. Bagi mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam, kesempatan untuk mengenal dan mengkaji naskah secara langsung merupakan pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Meki Johendra.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menghubungkan kajian sejarah dengan sumber-sumber lokal yang tersedia di tengah masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pembelajar sejarah, tetapi juga mampu menjadi peneliti dan pelestari sejarah. Naskah Ulu Rejang merupakan bagian dari kekayaan intelektual dan budaya Bengkulu yang perlu terus dikaji, didokumentasikan, dan dilestarikan,” lanjutnya.

Kegiatan Seminar Naskah Ulu Rejang juga menjadi bentuk sinergi antara FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan UPTD Museum Negeri Bengkulu dalam mendorong penguatan literasi sejarah serta pelestarian warisan budaya daerah.

Bagi mahasiswa SPI, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kemampuan penelitian, khususnya dalam kajian manuskrip, sejarah lokal, tradisi intelektual, dan peradaban masyarakat Bengkulu.

FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan akademik, penelitian, seminar, maupun kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa SPI tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga belajar membaca jejak intelektual dan kebudayaan yang diwariskan oleh generasi terdahulu.

Redaktur By Imam Mubarok (Humas FUAD)