Bengkulu, 3 Februari 2026 – Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu mengukuhkan transformasi identitasnya melalui acara “Launching Logo Prodi AFI dan AFI Talk: Brilliant Mind”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) AFI ini berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 08.00–12.00 WIB di Gedung Serbaguna UIN FAS Bengkulu, dan dihadiri secara antusias oleh lebih dari 100 peserta.
Acara ini secara resmi meluncurkan logo baru Prodi AFI yang dirancang sebagai representasi visual dari sintesis filosofis antara keteguhan akidah, dialektika pemikiran, dan nilai-nilai Islam yang universal. Logo tersebut diharapkan menjadi simbol kebanggaan dan pengikat identitas akademik dalam konteks keilmuan kontemporer.

Logo baru Prodi AFI
Puncak acara berupa forum intelektual “AFI Talk” dengan tema “Brilliant Mind”, yang menghadirkan Bapak Biiznilllah, M.A. sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya yang mendalam, beliau menelusuri evolusi dan revolusi berpikir manusia dari zaman Socrates hingga era modern, serta relevansinya dengan konstruksi “pikiran brilian” masa kini.
“Dari metode maieutika Socrates yang melahirkan pengetahuan melalui dialektika, hingga rasionalisme Descartes yang mendeklarasikan ‘cogito ergo sum’, setiap era menyumbang fragmen penting dalam mosaik perkembangan nalar manusia,” papar Biiznilllah, M.A. Ia lebih lanjut menguraikan bagaimana revolusi berpikir pada Abad Pencerahan (Enlightenment) menekankan otonomi akal dan kritik, sementara era modern—dengan kompleksitas teknologi dan dekonstruksi postmodern—menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi filsafat Islam untuk hadir sebagai penyelaras antara wahyu, akal, dan realitas kekinian.
Diskusi ini menyoroti pentingnya melacak akar-akar pemikiran filosofis Barat dan Timur untuk membentuk kerangka berpikir yang holistik, kritis, dan kontekstual. “Pikiran yang brilian tidak lahir dari kekosongan sejarah pemikiran. Ia adalah hasil dari dialog trans-epochal dengan para pemikir besar, sekaligus kemampuan untuk mengontekstualisasikan nilai-nilai abadi dalam menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan Korprodi AFI, M. Zikri, M.Hum., dan Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Muhammad Ridho Syabibi, M.Ag Dalam sambutannya, Korprodi AFI menegaskan bahwa acara ini merupakan deklarasi visi Prodi AFI untuk membangun tradisi keilmuan yang berdialog dengan khazanah pemikiran global tanpa kehilangan jati diri. Sementara itu, Wakil Dekan III menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang tidak hanya simbolis, tetapi juga substantif dalam memperkaya wacana akademik di lingkungan kampus.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan partisipatif, ditandai dengan sesi tanya jawab yang intens antara peserta dan narasumber. Kehadiran lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan tingginya minat terhadap diskursus filsafat dan perkembangannya.
Ketua Panitia HMPS AFI dalam pernyataannya menyampaikan, “Melalui logo baru dan AFI Talk, kami ingin membangun jembatan antara warisan intelektual masa lalu dan kebutuhan zaman sekarang. Tujuan akhirnya adalah menumbuhkan brilliant mind yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah dan kontribusi sosial.”
Dengan terlaksananya acara ini, Prodi Akidah dan Filsafat Islam UIN FAS Bengkulu semakin meneguhkan posisinya sebagai ruang inkubasi bagi pemikir-pemikir muda yang siap menghadapi kompleksitas era modern dengan pendekatan filosofis yang mendalam dan berintegritas.
Kontak untuk Informasi Lebih Lanjut:
Humas FUAD UIN FAS Bengkulu
[fuad@mail.uinfasbengkulu.ac.id]
